Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3087 tentang Keutamaan Nabi diberi kunci harta bumi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tiga keutamaan besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad ﷺ: (1) beliau diutus dengan jawami' al-kalim — ucapan yang singkat namun padat makna; (2) beliau ditolong dengan rasa takut yang Allah tanamkan di hati musuh-musuhnya; (3) beliau diperlihatkan dalam mimpi bahwa kunci-kunci perbendaharaan bumi diletakkan di tangannya, sebagai isyarat bahwa umatnya akan menguasai berbagai negeri dan kekayaan. Abu Hurairah رضي الله عنه menutup dengan isyarat bahwa apa yang Nabi ﷺ kabarkan sudah terbukti: umat ini benar-benar menguasai harta-harta tersebut setelah beliau wafat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Al-Ahzab [33]: 40

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Terjemahan: "Muhammad itu bukanlah ayah dari salah seorang lelaki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Ayat ini menegaskan kedudukan Nabi ﷺ sebagai rasul terakhir, yang diutus dengan syariat sempurna — salah satu tanda kesempurnaannya adalah jawami' al-kalim (ucapan singkat penuh makna) sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه dalam Sunan an-Nasa'i no. 3087, Kitab Jihad, Bab Kewajiban Jihad. Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dengan lafaz yang berdekatan, di antaranya dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنه dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa jawami' al-kalim berarti ucapan yang sedikit lafaznya namun mencakup makna yang sangat luas, dan ini merupakan kekhususan Nabi ﷺ.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa "nushirtu bir-ru'bi" (aku ditolong dengan rasa takut) bermakna Allah menanamkan ketakutan di hati musuh-musuh Nabi ﷺ sejauh perjalanan satu bulan, sehingga mereka gentar sebelum pasukan Muslim tiba.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa mimpi Nabi ﷺ tentang kunci-kunci perbendaharaan bumi adalah isyarat kenabian tentang luasnya wilayah Islam dan kekayaan yang akan diraih umatnya.
  • Ibnu Hajar juga menukil bahwa az-Zuhri (perawi dalam sanad ini) dan Sa'id bin al-Musayyib meriwayatkan hadits ini dengan penuh perhatian, menunjukkan betapa pentingnya makna hadits ini dalam bab jihad dan keutamaan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung tiga pokok keutamaan yang diberikan Allah khusus kepada Nabi Muhammad ﷺ:

Pertama: Jawami' al-Kalim (kalimat yang padat makna).

Nabi ﷺ diberi kemampuan berbicara dengan lafaz yang singkat namun mencakup makna yang sangat luas. Contoh paling jelas adalah Al-Qur'an itu sendiri — satu ayat bisa mengandung hukum, akidah, akhlak, dan kisah sekaligus. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini adalah karunia khusus yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya secara sempurna. Imam an-Nawawi menambahkan bahwa ini memudahkan umat dalam menghafal dan menyampaikan risalah.

Kedua: Nushirtu bir-ru'bi (ditolong dengan rasa takut).

Allah menanamkan rasa takut di hati musuh-musuh Nabi ﷺ bahkan sebelum pasukan Muslim datang. Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pertolongan Allah yang nyata dalam peperangan, dan merupakan salah satu mukjizat Nabi ﷺ. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa rasa takut ini membuat banyak musuh menyerah atau melarikan diri tanpa perlawanan berarti.

Ketiga: Mimpi tentang kunci-kunci perbendaharaan bumi.

Nabi ﷺ bermimpi bahwa kunci-kunci harta bumi diletakkan di tangannya. Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wan-Nihayah menjelaskan bahwa ini adalah isyarat bahwa umat Islam akan menguasai negeri-negeri besar seperti Persia, Romawi, dan negeri-negeri lainnya, serta mendapatkan kekayaan yang melimpah. Ibnu Hajar menukil bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, sehingga ini merupakan kabar gembira yang pasti terjadi.

Perkataan Abu Hurairah: "Fadzahaba Rasulullah ﷺ wa antum tantatsilunaha."

Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: "Rasulullah ﷺ telah pergi (wafat) dan kalian sedang menguasainya (harta-harta itu)." Ini menunjukkan bahwa apa yang Nabi ﷺ kabarkan benar-benar terjadi — umat Islam setelah beliau wafat berhasil membuka berbagai negeri dan menguasai perbendaharaan bumi. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ini adalah bukti kebenaran kenabian yang sangat jelas.

Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama memahami "kunci-kunci harta bumi" secara hakiki (mimpi yang benar-benar terjadi), sebagian memahaminya sebagai isyarat kekuasaan dan kemenangan. Namun mayoritas ulama dari daftar — seperti Ibnu Hajar, Ibnu Katsir, dan an-Nawawi — memahaminya sebagai isyarat luasnya penaklukan dan kekayaan yang akan diraih umat Islam, dan ini yang paling kuat berdasarkan realitas sejarah yang terjadi.

Story Telling

Dikisahkan bahwa setelah Nabi ﷺ wafat, para sahabat benar-benar menyaksikan kebenaran sabda beliau. Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khattab رضي الله عنهما memimpin pembukaan negeri-negeri besar. Dalam waktu yang relatif singkat, Persia dan Romawi — dua kekuatan terbesar saat itu — berhasil ditaklukkan. Harta-harta mereka mengalir ke Madinah.

Sa'id bin al-Musayyib — salah satu perawi hadits ini — adalah seorang tabi'in yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits. Beliau dikenal sebagai "sayyidul fuqaha' al-Madinah" (pemimpin para fuqaha Madinah). Ketika beliau meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah, beliau memahami bahwa ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi pelajaran tentang keutamaan Nabi ﷺ dan janji Allah yang pasti terwujud.

Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri), perawi utama dalam sanad ini, juga menegaskan bahwa hadits ini termasuk hadits-hadits agung yang menunjukkan kekhususan Nabi ﷺ. Beliau meriwayatkannya dengan penuh kehati-hatian dan menyampaikannya kepada murid-muridnya sebagai bagian dari akidah tentang keutamaan Rasulullah ﷺ.

Hikmahnya: apa yang Nabi ﷺ kabarkan pasti terjadi, dan umat ini hendaknya bersyukur serta tidak sombong dengan kekayaan dan kekuasaan, karena semua itu adalah karunia Allah yang diberikan melalui keberkahan Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Meyakini keutamaan Nabi ﷺ — bahwa beliau diberi jawami' al-kalim, ditolong dengan rasa takut, dan diperlihatkan kunci-kunci perbendaharaan bumi sebagai isyarat kemenangan umatnya.
  2. Bersyukur atas nikmat Islam — kita adalah bagian dari umat yang dijanjikan kemenangan dan kekayaan. Gunakan nikmat ini untuk taat kepada Allah, bukan untuk bermaksiat.
  3. Meneladani kedalaman ilmu para sahabat dan tabi'in — seperti Abu Hurairah, Sa'id bin al-Musayyib, dan az-Zuhri, yang meriwayatkan dan memahami hadits dengan penuh adab dan ketelitian.
  4. Tidak sombong dengan kekayaan dan kekuasaan — karena semua itu adalah amanah dan ujian, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan dijelaskan oleh Ibnu Qayyim dan Ibnu Rajab.
  5. Mengambil pelajaran dari sejarah — bahwa janji Allah kepada Nabi ﷺ benar-benar terbukti, sehingga kita yakin bahwa janji-janji Allah lainnya juga pasti terjadi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?