Bab Mengangkat Tangan dalam Doa di Arafah
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَتْ قُرَيْشٌ تَقِفُ بِالْمُزْدَلِفَةِ وَيُسَمَّوْنَ الْحُمْسَ وَسَائِرُ الْعَرَبِ تَقِفُ بِعَرَفَةَ فَأَمَرَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى نَبِيَّهُ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَقِفَ بِعَرَفَةَ ثُمَّ يَدْفَعُ مِنْهَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ } .
Diriwayatkan dari Aisyah bahwa: "Orang-orang Quraisy biasa berdiri di Al-Muzdalifah dan mereka menyebut diri mereka Al-Hums, sedangkan sisa orang Arab berdiri di Arafah. Kemudian Allah, Yang Maha Agung dan Maha Tinggi, memerintahkan Nabi-Nya untuk berdiri di Arafah, dan kemudian bergerak dari sana. Allah, Yang Maha Perkasa dan Maha Mulia, menurunkan: 'Kemudian berangkatlah dari tempat yang semua orang berangkat.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
