Bab Pembacaan Puisi di Haram dan Berjalan di Depan Imam
Hasan oleh Darussalam
akhbarana abu ashimin, khusyaysyu ibnu ashrama qala haddatsana abdu arrazzaqi, qala haddatsana jafaru ibnu sulaymana, qala haddatsana tsabitun, an anasin, anna annabiyya dakhala makkaha fi umrahi alqadhai waabdu allahi ibnu rawahaha yamsyi bayna yadayhi wahuwa yaqulu khallu ibani alkuffari an sabilihi alyawma nadhribkum ala tanzilihi dharban yuzilu alhama an maqilihi wayudzhilu alkhalila an khalilihi faqala lahu umaru ya abna rawahaha bayna yada rasuli allahi wafi harami allahi azza wajalla taqulu assyira qala annabiyyu " khalli anhu falahuwa asrau fihim min nadhhi annabli ".
Dari Anas, bahwa: Nabi ﷺ memasuki Makkah selama Umratul-Qada, dan Abdullah bin Rawahah berjalan di depannya dan berkata: "Bersihkan jalan dari orang-orang kafir, buatlah jalan. Hari ini kita akan berperang tentang wahyu ini dengan pukulan yang akan menghilangkan manik-manik dari bahu dan membuat teman tidak memperhatikan teman. Umar berkata kepadanya: "Wahai Ibn Rawahah! Di depan Utusan Allah ﷺ dan di Tanah Suci Allah, kamu membacakan puisi?" Nabi ﷺ berkata: "Biarkan dia melakukannya, karena apa yang dia katakan lebih efektif daripada menembakkan anak panah kepada mereka."