Bab Larangan Menggunakan Minyak Wangi bagi Orang yang Mati dalam Ihram
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ وَقَصَتْ رَجُلاً مُحْرِمًا نَاقَتُهُ فَقَتَلَتْهُ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " اغْسِلُوهُ وَكَفِّنُوهُ وَلاَ تُغَطُّوا رَأْسَهُ وَلاَ تُقَرِّبُوهُ طِيبًا فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يُهِلُّ " .
Diriwayatkan bahwa Ibn Abbas berkata: "Unta betina seorang yang dalam keadaan ihram mematahkan lehernya dan membunuhnya. Dia dibawa kepada Rasulullah (ﷺ) dan beliau bersabda, 'Mandikan dia dan kafani dia, dan jangan tutupi kepalanya, atau mendekatkan minyak wangi kepadanya, karena dia akan dibangkitkan dalam keadaan mengucapkan Talbiyah.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
