Bab Larangan Mengenai Hal Tersebut
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى، عَنْ نُبَيْهِ بْنِ وَهْبٍ، قَالَ أَرْسَلَ عُمَرُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْمَرٍ إِلَى أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ يَسْأَلُهُ أَيَنْكِحُ الْمُحْرِمُ فَقَالَ أَبَانُ إِنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ حَدَّثَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ يَنْكِحُ الْمُحْرِمُ وَلاَ يَخْطُبُ " .
Muhammad bin Abdullah bin Yazid memberitakan kepada kami, dari Sufyan, dari Ayyub bin Musa, dari Nubaih bin Wahb, bahwa Umar bin Ubaidillah bin Ma'mar mengirimkan kepada Aban bin Uthman menanyakan apakah orang yang sedang ihram boleh menikah. Aban menjawab, sesungguhnya Uthman bin Affan telah memberitakan bahwa Nabi (ﷺ) bersabda: "Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah dan tidak boleh melamar."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
