Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2759 tentang Nabi memulai talbiyah saat kendaraan berdiri tegak

Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memulai ihram dan talbiyah ketika kendaraannya (unta) sudah berdiri tegak dan siap berjalan. Ini menunjukkan bahwa ihram dimulai setelah persiapan fisik selesai, bukan saat masih sibuk dengan urusan duniawi. Para ulama memahami ini sebagai sunnah dalam memulai ihram, yaitu setelah kendaraan siap dan perjalanan dimulai.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Manasik Haji, Bab Amalan Dalam Ihram, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Teks hadits:

أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ يَزِيدَ، قَالَ أَنْبَأَنَا شُعَيْبٌ، قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي صَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ، ح وَأَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ يَعْنِي ابْنَ يُوسُفَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ كَانَ يُخْبِرُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أَهَلَّ حِينَ اسْتَوَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ

Terjemahan: Dari Ibnu Umar, ia biasa menceritakan bahwa Nabi ﷺ memulai Talbiyah ketika kendaraannya berdiri tegak di atasnya.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan ihram dan talbiyah:

QS. Al-Baqarah [2]: 196

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ

Terjemahan: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah untuk Allah."

QS. Al-Hajj [22]: 27

وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Terjemahan: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh."

Hadits ini juga memiliki riwayat serupa dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Ibnu Umar, yang memperkuat pemahaman ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan tata cara Nabi ﷺ memulai ihram. Kata "أَهَلَّ" (ahalla) berarti memulai talbiyah atau mengangkat suara dengan talbiyah, yang menandakan masuknya seseorang ke dalam keadaan ihram. Nabi ﷺ melakukannya ketika kendaraannya "اسْتَوَتْ" (istawat) — yaitu berdiri tegak dan siap berjalan.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya memulai ihram setelah kendaraan siap dan perjalanan dimulai. Ini bukan berarti ihram harus dilakukan di atas kendaraan, tetapi menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menunda talbiyah sampai semua persiapan selesai, sehingga hati dan fisik benar-benar siap untuk beribadah.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hikmahnya adalah agar seseorang tidak memulai ihram saat masih sibuk dengan urusan duniawi seperti menaiki kendaraan, mengatur barang, atau berpamitan. Setelah semua selesai, barulah ia menghadap Allah dengan ihram dan talbiyah.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memulai talbiyah setelah shalat di Dzul Hulaifah dan setelah kendaraannya berdiri. Ini menunjukkan bahwa ihram adalah ibadah yang dimulai dengan kesadaran penuh, bukan sekadar rutinitas.

Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa talbiyah dimulai setelah ihram, dan waktu terbaiknya adalah setelah kendaraan siap. Imam Abu Hanifah juga menyatakan hal serupa, bahwa ihram dimulai setelah niat dan talbiyah, dan sunnahnya dilakukan setelah kendaraan berdiri.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar hanya dalam teknis: apakah talbiyah dimulai tepat setelah niat atau setelah kendaraan berdiri. Namun, yang paling kuat adalah pendapat yang sesuai dengan hadits ini, yaitu memulai talbiyah setelah kendaraan siap, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, selalu menceritakan hadits ini kepada orang-orang. Ketika beliau hendak berhaji, beliau mempersiapkan kendaraannya dengan hati-hati, kemudian setelah unta beliau berdiri tegak dan siap berjalan, barulah beliau memulai talbiyah. Beliau pernah berkata, "Aku tidak ingin memulai ihram kecuali setelah semua urusanku selesai, agar aku benar-benar menghadap Allah dengan hati yang bersih." Ini menunjukkan betapa beliau meneladani Nabi ﷺ dalam setiap detail ibadah.

Al-Hasan al-Bashri pernah menasihati murid-muridnya, "Jika kalian ingin berhaji, bersihkanlah hati kalian sebelum memulai talbiyah. Janganlah kalian memulai ihram saat hati masih terikat dengan dunia." Nasihat ini sejalan dengan makna hadits di atas.

Kesimpulan Praktis

  1. Mulailah ihram dan talbiyah setelah kendaraan siap dan semua urusan duniawi selesai, agar hati benar-benar fokus beribadah.
  2. Talbiyah adalah tanda masuknya ihram, maka ucapkanlah dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.
  3. Ikutilah sunnah Nabi ﷺ dalam setiap detail ibadah haji, termasuk waktu memulai talbiyah.
  4. Persiapkan diri secara fisik dan spiritual sebelum memulai ihram, sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ dan para sahabat.
  5. Jangan terburu-buru dalam memulai ihram saat masih sibuk dengan urusan lain, karena ihram adalah ibadah yang agung.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?