Bab Mempersentuh Junub dan Duduk Bersamanya
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى، قَالَ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، قَالَ حَدَّثَنِي وَاصِلٌ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ حُذَيْفَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لَقِيَهُ وَهُوَ جُنُبٌ . فَأَهْوَى إِلَىَّ فَقُلْتُ إِنِّي جُنُبٌ فَقَالَ " إِنَّ الْمُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ " .
Diriwayatkan dari Hudzaifah bahwa Nabi (ﷺ) menemuinya ketika ia dalam keadaan junub: "Dan dia mendekat kepadaku dan mengulurkan tangannya. Aku berkata: 'Aku junub.' Dia berkata: 'Muslim tidak menjadi najis.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
