Bab Haji dari Orang yang Tidak Mampu Naik Kendaraan
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ امْرَأَةً، مِنْ خَثْعَمَ سَأَلَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم غَدَاةَ جَمْعٍ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَرِيضَةُ اللَّهِ فِي الْحَجِّ عَلَى عِبَادِهِ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا لاَ يَسْتَمْسِكُ عَلَى الرَّحْلِ أَفَأَحُجُّ عَنْهُ قَالَ " نَعَمْ " .
Diriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa: seorang wanita dari Khath'am bertanya kepada Nabi (ﷺ) pada pagi hari Hari Kurban: "Wahai Rasulullah! Perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya untuk melaksanakan Haji telah datang, sementara ayahku adalah seorang tua dan tidak dapat duduk dengan baik di atas kendaraannya. Bolehkah aku melaksanakan Haji atas namanya?" Beliau menjawab: "Ya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
