Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat agung bagi orang yang bersedekah. Hadits ini mengajarkan bahwa sedekah yang ikhlas dan berasal dari harta yang halal (baik) akan diterima oleh Allah ﷻ dan dijaga serta "ditumbuhkan" oleh-Nya hingga pahalanya menjadi sangat besar, bahkan lebih besar dari gunung. Ini adalah dorongan luar biasa untuk bersedekah, sekecil apa pun, selama harta tersebut halal dan diberikan dengan hati yang ikhlas.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Zakat, Bab Sedekah dari Harta Rampasan, nomor 2525, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.
Teks Arab Hadits (dengan harakat):
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَا تَصَدَّقَ أَحَدٌ بِصَدَقَةٍ مِنْ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الطَّيِّبَ إِلاَّ أَخَذَهَا الرَّحْمَنُ عَزَّ وَجَلَّ بِيَمِينِهِ وَإِنْ كَانَتْ تَمْرَةً فَتَرْبُو فِي كَفِّ الرَّحْمَنِ حَتَّى تَكُونَ أَعْظَمَ مِنَ الْجَبَلِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيلَهُ "
Makna Ringkas: Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa pun yang bersedekah dengan harta yang baik (halal) - dan Allah hanya menerima yang baik - maka Allah Yang Maha Pengasih akan menerima sedekah itu dengan "tangan kanan-Nya" (sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan). Sedekah itu akan tumbuh dan berkembang di sisi Allah hingga pahalanya menjadi lebih besar dari gunung, sebagaimana seseorang merawat anak kuda atau anak untanya hingga besar.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman:
يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa." (QS. Al-Baqarah [2]: 276)
Ayat ini sangat erat kaitannya, karena Allah ﷻ mengabarkan bahwa Dia "menyuburkan" (menumbuhkan) sedekah, sebagaimana hadits di atas menyebutkan bahwa sedekah itu "tumbuh" di tangan Allah hingga menjadi besar.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Makna "Sedekah dari Harta yang Baik (Thayyib)"
Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud "harta yang baik" adalah harta yang halal, diperoleh dengan cara yang dibenarkan syariat, dan bukan dari sumber yang haram. Ini adalah syarat utama diterimanya sedekah. Beliau menegaskan bahwa Allah ﷻ tidak menerima sedekah dari harta yang haram atau yang tercampur dengan hal yang haram.
2. Makna "Allah Menerima dengan Tangan Kanan-Nya"
Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits ini, dan para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa kita menetapkan sifat "tangan" bagi Allah ﷻ tanpa menanyakan bagaimana caranya (bila kaif), tanpa menyerupakan dengan makhluk (bila tamyits), dan tanpa menolak maknanya (bila ta'thil). Ini adalah sifat yang layak bagi keagungan Allah ﷻ. Yang penting dipahami adalah bahwa Allah menerima sedekah tersebut dengan penuh penghormatan dan kasih sayang.
3. Makna "Tumbuh Hingga Lebih Besar dari Gunung"
Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa ini adalah gambaran tentang bagaimana Allah ﷻ melipatgandakan pahala sedekah. Sedekah yang ikhlas, meskipun hanya sebutir kurma, akan diganti oleh Allah dengan pahala yang sangat besar. Ini menunjukkan betapa luasnya karunia Allah. Beliau juga mengingatkan bahwa ini adalah untuk sedekah yang ikhlas dan dari harta yang halal, bukan sedekah yang disertai riya' atau dari harta haram.
4. Pelajaran dari Kisah dalam Hadits
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perumpamaan "sebagaimana salah seorang dari kalian merawat anak kudanya atau anak untanya" menunjukkan bahwa pertumbuhan pahala sedekah itu terjadi secara bertahap dan terus-menerus, sebagaimana anak hewan yang dirawat akan tumbuh dari kecil menjadi besar. Ini adalah kabar gembira bahwa pahala sedekah akan terus bertambah di sisi Allah.
5. Keutamaan Sedekah Sekecil Apa Pun
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan sedekah, meskipun jumlahnya sedikit. Tidak boleh seseorang meremehkan sedekah sekecil apa pun, karena Allah ﷻ yang akan melipatgandakannya. Ini juga menjadi motivasi bagi orang yang tidak mampu bersedekah banyak agar tetap bersedekah sesuai kemampuannya.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Siapa yang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil usahanya yang baik - dan Allah tidak menerima kecuali yang baik - maka sesungguhnya Allah menerimanya dengan tangan kanan-Nya, lalu Dia menjaganya untuk pemiliknya sebagaimana salah seorang dari kalian menjaga anak kudanya, hingga (pahala) itu menjadi seperti gunung." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kisah ini mengajarkan kita bahwa sedekah tidak harus besar. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kehalalan sumbernya. Bahkan sebutir kurma yang diberikan dengan ikhlas bisa menjadi gunung pahala di sisi Allah. Ini adalah kabar gembira bagi setiap muslim, terutama yang merasa kekurangan, agar tidak berputus asa untuk bersedekah.
Kesimpulan Praktis
- Pastikan harta yang disedekahkan adalah halal dan baik, karena Allah hanya menerima yang baik.
- Jangan meremehkan sedekah sekecil apa pun, karena Allah yang akan menumbuhkan pahalanya hingga sebesar gunung.
- Ikhlaslah dalam bersedekah, karena keikhlasan adalah kunci diterimanya amal.
- Jadikan sedekah sebagai kebiasaan harian, meskipun hanya sedikit, agar kita terus berada dalam naungan karunia Allah.
- Jangan menunda sedekah, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.