Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2399 tentang Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa seumur hidup

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa berpuasa setiap hari tanpa henti (puasa dahr/sepanjang masa) tidak dianjurkan dalam Islam, bahkan dilarang oleh Nabi ﷺ. Beliau menegaskan bahwa puasa yang paling utama dan seimbang adalah puasa Nabi Daud ‘alaihissalam, yaitu sehari puasa dan sehari berbuka. Puasa tiga hari setiap bulan juga disebut sebagai pahala puasa sepanjang masa karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

(QS. Al-Ma'idah [5]: 87)

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Ayat ini menjadi landasan bahwa berlebih-lebihan dalam ibadah hingga melampaui batas syariat tidaklah disukai Allah. Puasa setiap hari tanpa henti termasuk bentuk melampaui batas karena dapat membahayakan tubuh dan melalaikan hak-hak lain.

Hadits yang dimaksud:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan al-Kubra (no. 2399) dan juga dalam Sunan al-Mujtaba (no. 2399). Juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (no. 1977) dan Imam Muslim (no. 1159) dengan redaksi yang semakna.

Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (7/104) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan berpuasa dahr (setiap hari) secara mutlak. Beliau menukil bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa puasa setiap hari sepanjang tahun hukumnya makruh bahkan haram jika sampai melemahkan tubuh dan melalaikan kewajiban.

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (4/213) menjelaskan bahwa maksud sabda Nabi ﷺ, "Tidak ada puasa bagi orang yang berpuasa setiap hari" adalah bahwa puasa semacam itu tidak bernilai pahala di sisi Allah karena menyelisihi sunnah dan membahayakan diri.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (3/345) menegaskan bahwa puasa yang paling afdhal adalah puasa Nabi Daud, yaitu sehari puasa dan sehari berbuka. Ini adalah bentuk ibadah yang paling seimbang antara hak Allah, hak diri sendiri, dan hak keluarga.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berawal dari semangat Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu 'anhuma yang sangat bersemangat dalam beribadah. Beliau bertekad untuk berpuasa setiap hari dan shalat malam setiap malam. Namun, Nabi ﷺ melarangnya dengan beberapa alasan:

  1. Bahaya fisik dan mental: Sabda Nabi ﷺ, "matamu akan menjadi cekung dan jiwamu akan menjadi lelah" menunjukkan bahwa ibadah yang berlebihan tanpa memperhatikan kondisi tubuh justru akan merusak kesehatan dan semangat ibadah itu sendiri. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad (2/81) mengatakan bahwa tubuh memiliki hak untuk diistirahatkan, dan jiwa memiliki hak untuk bersenang-senang dalam hal yang mubah.
  2. Larangan puasa dahr (setiap hari): Sabda Nabi ﷺ, "Tidak ada puasa bagi orang yang berpuasa setiap hari" dipahami oleh para ulama sebagai larangan keras. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dalam Masail al-Imam Ahmad (no. 650) meriwayatkan bahwa beliau ditanya tentang puasa setiap hari, maka beliau menjawab, "Ini makruh, karena Nabi ﷺ melarangnya."
  3. Puasa tiga hari setiap bulan: Nabi ﷺ kemudian menawarkan alternatif yang lebih ringan, yaitu puasa tiga hari setiap bulan (tanggal 13, 14, 15 Hijriyah atau hari-hari putih). Pahala puasa ini setara dengan puasa sepanjang tahun karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Ini berdasarkan hadits lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa sepanjang masa." (HR. Al-Bukhari no. 1979)
  4. Puasa Nabi Daud: Ketika Abdullah bin Amr masih merasa mampu berpuasa lebih banyak, Nabi ﷺ memberikan tawaran terbaik, yaitu puasa Nabi Daud 'alaihissalam: sehari puasa dan sehari berbuka. Ini adalah puasa yang paling dicintai Allah karena sifatnya yang seimbang dan tidak memberatkan. Imam At-Tirmidzi rahimahullah dalam Sunan-nya (no. 770) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Puasa yang paling utama di sisi Allah adalah puasa Daud."

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Latha'if al-Ma'arif (1/283) menjelaskan hikmah di balik puasa Daud: "Karena di dalamnya ada keseimbangan antara ibadah dan hak-hak duniawi. Orang yang berpuasa sehari akan merasakan nikmatnya berbuka, dan orang yang berbuka sehari akan merindukan puasa. Ini menjaga semangat ibadah tetap tinggi."

Story Telling

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata:

"Rasulullah ﷺ mendengar bahwa aku berpuasa setiap hari dan shalat malam setiap malam. Maka beliau memanggilku dan berkata: 'Wahai Abdullah bin Amr, benarkah engkau berpuasa setiap hari dan shalat malam setiap malam?' Aku menjawab: 'Benar, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda: 'Jangan lakukan itu! Berpuasalah dan berbukalah, shalatlah dan tidurlah. Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu, matamu memiliki hak atasmu, istrimu memiliki hak atasmu, dan tamumu memiliki hak atasmu. Cukuplah bagimu berpuasa tiga hari setiap bulan.' Aku berkata: 'Aku mampu lebih dari itu.' Beliau bersabda: 'Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Itulah puasa Daud, dan itulah puasa yang paling utama.' Aku berkata: 'Aku mampu lebih dari itu.' Maka beliau bersabda: 'Tidak ada yang lebih utama dari itu.'"

(HR. Al-Bukhari no. 1977 dan Muslim no. 1159)

Hikmah dari kisah ini: Semangat Abdullah bin Amr yang luar biasa dalam beribadah adalah hal yang terpuji. Namun, Nabi ﷺ mengajarkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan penuh keseimbangan. Berlebihan dalam ibadah justru bisa menjadi bumerang yang membuat seseorang kehilangan semangat, merusak kesehatan, dan melalaikan hak-hak orang lain. Islam adalah agama yang wasathiyyah (pertengahan), tidak berlebihan dan tidak pula meremehkan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan memaksakan diri dalam berpuasa atau ibadah lainnya hingga melampaui batas kemampuan. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah, istirahat, dan hak-hak lainnya.
  2. Puasa tiga hari setiap bulan (tanggal 13, 14, 15 Hijriyah) adalah amalan ringan dengan pahala besar, setara puasa sepanjang tahun.
  3. Puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari berbuka) adalah puasa sunnah yang paling utama dan paling dicintai Allah.
  4. Hindari puasa setiap hari (puasa dahr) karena dilarang oleh Nabi ﷺ dan dapat membahayakan kesehatan serta melalaikan kewajiban.
  5. Perhatikan hak-hak tubuh, keluarga, dan orang lain. Jangan sampai ibadah sunnah mengorbankan kewajiban atau hak-hak tersebut.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.