Bab Puasa Nabi ﷺ - Dengan Ayah dan Ibuku - dan Penyebutan Perbedaan Para Perawi Berita Dalam Hal Itu
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ، قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صِيَامِ النَّبِيِّ، صلى الله عليه وسلم قَالَتْ كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ صَامَ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَفْطَرَ وَمَا صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم شَهْرًا كَامِلاً مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ إِلاَّ رَمَضَانَ .
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Shaqiq berkata: "Saya bertanya kepada Aisyah tentang puasa Rasulullah. Dia berkata: "Rasulullah ﷺ biasa berpuasa sampai kami berkata: Dia akan (terus) berpuasa, dan dia tidak berpuasa sampai kami berkata: Dia tidak akan, dan dia tidak pernah berpuasa sebulan penuh sejak datang ke Madinah, kecuali Ramadan."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
