Sunan An-Nasa'i · Kitab Puasa · No. 2349

Bab Puasa Nabi ﷺ - Dengan Ayah dan Ibuku - dan Penyebutan Perbedaan Para Perawi Berita Dalam Hal Itu

Shahih oleh Darussalam

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ، قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صِيَامِ النَّبِيِّ، ﷺ قَالَتْ كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ صَامَ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَفْطَرَ وَمَا صَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ شَهْرًا كَامِلاً مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ إِلاَّ رَمَضَانَ .

akhbarana qutaybahu, qala haddatsana hammadun, an ayyuba, an abdi allahi ibni syaqiqin, qala saaltu aisyaha an shiyami annabiyyi, qalat kana yashumu hatta naqula qad shama wayufthiru hatta naqula qad afthara wama shama rasulu allahi syahran kamilan mundzu qadima almadinaha ila ramadhana.

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Shaqiq berkata: "Saya bertanya kepada Aisyah tentang puasa Rasulullah. Dia berkata: "Rasulullah ﷺ biasa berpuasa sampai kami berkata: Dia akan (terus) berpuasa, dan dia tidak berpuasa sampai kami berkata: Dia tidak akan, dan dia tidak pernah berpuasa sebulan penuh sejak datang ke Madinah, kecuali Ramadan."

Penjelasan