Bab Keutamaan Puasa dan Perbedaan Pendapat tentang Hadits Ali bin Abi Thalib dalam Hal Ini
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ " قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ إِفْطَارِهِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ " .
Dari Abu Al-Ahwas bahwa 'Abdullah berkata: "Allah, semoga Dia diagungkan, berfirman: 'Puasa adalah untuk-Ku dan Aku akan memberikan ganjaran untuknya. Orang yang berpuasa memiliki dua saat kegembiraan: Saat dia berbuka puasa dan saat dia bertemu dengan Rabbnya. Dan bau yang keluar dari mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada wangi minyak kesturi.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
