Bab Menyebutkan Perbedaan antara Yahya bin Abi Kathir dan An-Nadr bin Shayban dalam Hal Ini
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ، قَالَ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شَيْبَانَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، فَذَكَرَ مِثْلَهُ وَقَالَ " مَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا " .
Ishaq bin Ibrahim berkata, Nadr bin Shumail telah memberitakan kepada kami, Al-Qasim bin Al-Fadl berkata, Nadr bin Shayban telah menceritakan kepada kami dari Abu Salamah, lalu ia menyebutkan hal yang serupa dan berkata: "Siapa yang berpuasa dan menghidupkan malamnya dengan iman dan mengharapkan pahala."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
