Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2069 tentang Siksaan kubur akibat najis dan ghibah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan dua perkara penting: pertama, betapa besarnya dosa tidak menjaga diri dari percikan air seni (kencing) dan dosa menyebarkan namimah (mengadu domba / menyebarkan berita untuk merusak hubungan). Kedua, Rasulullah ﷺ menancapkan pelepah kurma di atas kubur sebagai bentuk doa dan harapan agar Allah meringankan siksa mereka selama pelepah itu belum kering. Ini adalah perbuatan khusus dari Nabi ﷺ untuk dua orang tersebut, dan para ulama menjelaskan bahwa hal ini tidak serta-merta menjadi dalil untuk menancapkan pelepah di setiap kubur sebagai amalan umum.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Al-Jana'iz, Bab Wadhu' Al-Jaridah 'Ala Al-Qabr (nomor 2069). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur lain.

Dalil dari Al-Qur'an yang relevan tentang larangan mengikuti perbuatan dosa dan pentingnya menjaga kebersihan, serta bahaya lisan:

QS. Al-Hujurat [49]: 12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

QS. At-Tahrim [66]: 6 (tentang menjaga diri dan keluarga dari api neraka, termasuk dari perkara yang menjadi sebab azab)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Hadits terkait (dari riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma):

Rasulullah ﷺ bersabda tentang dua penghuni kubur: "Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar yang sulit dihindari. Adapun salah satunya, ia tidak membersihkan diri dari air kencingnya. Adapun yang lain, ia berjalan menyebarkan namimah (mengadu domba)."

Kaitan dengan ulama dalam daftar:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya menancapkan pelepah kurma di kubur, namun beliau menukil bahwa para ulama berbeda pendapat apakah hal ini khusus untuk mayat tersebut atau umum. Pendapat yang lebih kuat menurut beliau adalah hal ini khusus untuk dua mayat tersebut karena doa Nabi ﷺ, dan tidak disyariatkan untuk setiap kubur secara umum.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hikmah pelepah kurma adalah bertasbih selama masih basah, dan disebutkan bahwa mayat bisa mendengar suara tasbih tersebut, sehingga menjadi sebab keringanan siksa. Namun beliau juga menegaskan bahwa ini adalah perbuatan khusus Nabi ﷺ, bukan perintah umum.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa mengambil pelajaran dari hadits ini adalah menjauhi dua dosa besar: tidak menjaga diri dari najis air kencing, dan namimah. Adapun menancapkan pelepah kurma, beliau menjelaskan bahwa hal itu tidak disyariatkan untuk setiap orang yang menziarahi kubur, karena perbuatan Nabi ﷺ itu adalah kekhususan beliau.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Tentang Dosa Tidak Menjaga Diri dari Air Kencing

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa salah satu penghuni kubur disiksa karena tidak membersihkan diri dari air kencing. Ini menunjukkan bahwa najis yang menempel di tubuh atau pakaian adalah perkara yang sangat diperhatikan dalam Islam. Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini bukan berarti dosa kecil, tetapi karena sering diremehkan dan tidak dijaga, maka menjadi sebab azab kubur. Beliau menekankan pentingnya bersuci dengan benar setelah buang air kecil, terutama bagi laki-laki yang sering terkena percikan.

2. Tentang Dosa Namimah (Mengadu Domba)

Namimah adalah memindahkan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa namimah termasuk dosa besar yang dapat merusak keharmonisan masyarakat. Bahkan, sebagian ulama menyebutkan bahwa namimah lebih berbahaya daripada dusta karena ia menjadi pemicu permusuhan dan perpecahan.

3. Tentang Pelepah Kurma di Atas Kubur

Para ulama menjelaskan bahwa tindakan Nabi ﷺ menancapkan pelepah kurma adalah bentuk kasih sayang dan doa beliau untuk kedua mayat tersebut. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa pelepah kurma yang basah bertasbih kepada Allah, dan tasbih makhluk ini menjadi sebab keringanan siksa. Namun, para ulama menegaskan bahwa ini bukan perintah umum untuk dilakukan setiap orang di setiap kubur. Syaikh Al-Albani dalam tahqiqnya terhadap hadits-hadits menjelaskan bahwa tidak ada dalil yang shahih untuk menjadikan pelepah kurma sebagai amalan rutin ketika ziarah kubur.

4. Pelajaran tentang Azab Kubur

Hadits ini juga menegaskan adanya azab kubur sebagai perkara yang benar dan harus diimani. Imam Ahmad bin Hanbal dan para ulama Ahlus Sunnah menjadikan hadits-hadits tentang azab kubur sebagai dalil bahwa azab kubur itu nyata dan benar adanya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika para sahabat melihat Rasulullah ﷺ menancapkan pelepah kurma di atas dua kubur, mereka bertanya dengan penuh keheranan: "Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini?" Beliau menjawab dengan penuh kasih sayang: "Semoga siksaan mereka diringankan selama pelepah ini belum kering."

Perhatikanlah kelembutan hati Nabi ﷺ. Beliau tidak hanya mengingatkan kesalahan dua orang yang telah meninggal, tetapi juga berusaha memberikan keringanan bagi mereka dengan cara yang bisa dilakukan. Ini mengajarkan kita bahwa seorang muslim hendaknya memiliki kepedulian terhadap sesama, bahkan terhadap mereka yang telah meninggal. Kita bisa mendoakan mereka, bersedekah atas nama mereka, dan memohonkan ampunan.

Para ulama menyebutkan bahwa di antara hikmah doa Nabi ﷺ ini adalah bahwa selama pelepah itu basah dan bertasbih, maka tasbih tersebut menjadi syafa'at bagi keduanya. Ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah yang bisa turun melalui perantara doa dan amalan makhluk-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga kebersihan dari najis, terutama setelah buang air kecil. Pastikan tubuh dan pakaian bersih dari percikan air seni.
  2. Jauhi namimah (mengadu domba) karena termasuk dosa besar yang dapat menghancurkan hubungan persaudaraan.
  3. Imani adanya azab kubur sebagai bagian dari perkara ghaib yang wajib diyakini.
  4. Menancapkan pelepah kurma di kubur bukanlah amalan umum yang dianjurkan untuk setiap ziarah kubur. Perbuatan Nabi ﷺ itu adalah kekhususan untuk dua mayat tersebut.
  5. Perbanyak doa untuk orang yang telah meninggal, karena doa adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada mereka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?