Bab Larangan Mencela Orang yang Sudah Meninggal

HR. An-Nasa'i no. 1937Shahih · Darussalam

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى وَاحِدٌ عَمَلُهُ " .

Cara baca (latin)

akhbarana qutaybahu, qala haddatsana sufyanu, an abdi allahi ibni abi bakrin, qala samitu anasa ibna malikin, yaqulu qala rasulu allahi " yatbau almayyita tsalatsahun ahluhu wamaluhu waamaluhu fayarjiu atsnani ahluhu wamaluhu wayabqa wahidun amaluhu ".

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abi Bakr berkata: "Saya mendengar Anas bin Malik berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Orang yang sudah meninggal diikuti oleh tiga: Keluarganya, hartanya, dan amalnya. Kemudian dua di antaranya kembali: Keluarganya dan hartanya, dan yang tinggal hanya amalnya.'"