Bab Tentang Menangisi Mayit
Hasan oleh Darussalam
akhbarana hannadu ibnu assariyyi, qala haddatsana abu alahwashi, an athai ibni assaibi, an ikrimaha, ani abni abbasi, qala lamma hudhirat ibintun lirasuli allahi shaghirahun faakhadzaha rasulu allahi fadhammaha ila shadrihi tsumma wadhaa yadahu alayha faqadhat wahiya bayna yada rasuli allahi fabakat ummu aymana faqala laha rasulu allahi " ya umma aymana atabkina warasulu allahi indaki ". faqalat ma li la abki warasulu allahi yabki faqala rasulu allahi " inni lastu abki walakinnaha rahmahun ". tsumma qala rasulu allahi " almuminu bikhayrin ala kulli halin tunzau nafsuhu min bayni janbayhi wahuwa yahmadu allaha azza wajalla ".
Telah mengabarkan kepada kami Hannad bin As-Sari, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Al-Ahwas, dari Atha' bin As-Sa'ib, dari Ikrimah, dari Ibn Abbas, ia berkata: Ketika putri kecil Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada dalam keadaan sakaratul maut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkatnya dan mendekapnya ke dadanya, kemudian beliau meletakkan tangannya di atasnya, dan ia pun meninggal di hadapan Rasulullah. Umm Ayman menangis, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya: "Wahai Umm Ayman, apakah engkau menangis sementara Rasulullah berada di sisimu?" Ia berkata: "Mengapa aku tidak menangis, sedangkan Rasulullah menangis?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak menangis, tetapi itu adalah rahmat." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang mukmin dalam keadaan baik dalam setiap keadaan; bahkan ketika jiwanya dicabut dari tubuhnya dan ia memuji Allah, Yang Maha Agung dan Maha Tinggi."