Bab Siapa yang Mencintai Pertemuan dengan Allah
Shahih oleh Darussalam
akhbarana hannadun, an abi zubaydin, - wahuwa abtsaru ibnu alqasimi - an mutharrifin, an amirin, an syurayhi ibni haniin, an abi hurayraha, qala qala rasulu allahi " man ahabba liqaa allahi ahabba allahu liqaahu waman kariha liqaa allahi kariha allahu liqaahu ". qala syurayhun faataytu aisyaha faqultu ya umma almuminina samitu aba hurayraha yadzkuru an rasuli allahi haditsan in kana kadzalika faqad halakna. qalat wama dzaka qala qala rasulu allahi " man ahabba liqaa allahi ahabba allahu liqaahu waman kariha liqaa allahi kariha allahu liqaahu ". walakin laysa minna ahadun ila wahuwa yakrahu almawta qalat qad qalahu rasulu allahi walaysa biadzi tadzhabu ilayhi walakin idza thamaha albasharu wahasyraja asshadru waqsyaarra aljildu fainda dzalika man ahabba liqaa allahi ahabba allahu liqaahu waman kariha liqaa allahi kariha allahu liqaahu.
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata: 'Rasulullah ﷺ berkata: Siapa yang mencintai pertemuan dengan Allah, Allah mencintai pertemuan dengannya, dan siapa yang membenci pertemuan dengan Allah, Allah membenci pertemuan dengannya.' (Salah satu perawi) Shuraih berkata: 'Saya pergi kepada Aisyah dan berkata: Wahai ibu orang-orang beriman! Saya mendengar Abu Hurairah menyebutkan dari Rasulullah ﷺ sebuah hadits yang, jika itu benar, kami semua akan binasa. Dia berkata: 'Apa itu?' Dia berkata: 'Rasulullah ﷺ berkata: Siapa yang mencintai pertemuan dengan Allah, Allah mencintai pertemuan dengannya, dan siapa yang membenci pertemuan dengan Allah, Allah membenci pertemuan dengannya. Namun tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak membenci kematian.' Dia berkata: 'Rasulullah ﷺ memang mengatakan itu, tetapi bukan seperti yang kamu pikirkan. Ketika mata mulai menatap, suara kematian terdengar di dada dan kulit bergetar, pada saat itu, siapa yang mencintai pertemuan dengan Allah, Allah mencintai pertemuan dengannya, dan siapa yang membenci pertemuan dengan Allah, Allah membenci pertemuan dengannya.'