Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1751 tentang Bacaan dan tasbih setelah shalat witr

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan sunnah Nabi ﷺ dalam shalat witr: membaca tiga surah tertentu (Al-A'la, Al-Kafirun, Al-Ikhlas), lalu setelah salam mengucapkan "سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ" tiga kali dengan suara yang diangkat. Ini adalah sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan, dan para ulama Ahlus Sunnah menetapkannya sebagai amalan yang sahih dari Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh An-Nasa'i (no. 1751), dari Sa'id bin Abdurrahman bin Abza dari ayahnya (Abdurrahman bin Abza, seorang sahabat). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dengan jalur serupa. At-Tirmidzi menyatakan hadits ini hasan, dan sebagian ulama seperti Ibn Hibban mensahihkannya.

Ayat yang dibaca dalam witr:

QS. Al-A'la [87]: 1

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

QS. Al-Kafirun [109]: 1

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

"Katakanlah: Wahai orang-orang kafir!"

QS. Al-Ikhlas [112]: 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa."

Kaitan dengan ulama daftar:

  • Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' dan Riyadh ash-Shalihin menyebutkan sunnah membaca tiga surah ini dalam witr.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa membaca tiga surah ini adalah sunnah yang tetap.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad mencatat bahwa Nabi ﷺ konsisten membaca tiga surah ini dalam witr.
  • Syeikh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil dan Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah menilai hadits ini shahih.

Penjelasan Rinci

1. Makna hadits secara umum

Hadits ini menerangkan dua amalan dalam shalat witr:

(a) Bacaan tiga surah dalam witr:

Nabi ﷺ membaca Sabbihisma Rabbika al-A'la (Al-A'la), Qul Ya Ayyuhal Kafirun (Al-Kafirun), dan Qul Huwallahu Ahad (Al-Ikhlas). Ini dilakukan pada rakaat-rakaat witr — menurut jumhur ulama, satu surah pada setiap rakaat jika witr tiga rakaat.

(b) Dzikir setelah salam:

Setelah salam, Nabi ﷺ mengucapkan:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

"Maha Suci Sang Raja, Yang Maha Suci" — tiga kali, dengan mengangkat suara pada ucapan yang ketiga (menurut sebagian riwayat).

2. Pemahaman para ulama daftar

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah — sebagaimana disebutkan dalam riwayat An-Nasa'i dan Abu Dawud — menegaskan bahwa mengangkat suara pada ucapan ketiga adalah sunnah, dan ini menjadi pendapat yang dipegang dalam madzhab Hanbali.
  • Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa disunnahkan membaca tiga surah tersebut dalam witr, dan dzikir "Subhanal Malikil Quddus" tiga kali setelah salam adalah amalan yang tsabit.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad fi Hadyi Khairil 'Ibad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengucapkan dzikir ini dengan suara yang diangkat pada kali ketiga, dan ini menunjukkan anjuran mengeraskan suara dalam dzikir tertentu sebagai bentuk penegasan tauhid dan pengagungan Allah.
  • Syeikh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil (no. 431) menilai hadits ini shahih dan menegaskan bahwa mengangkat suara pada ucapan ketiga adalah sunnah yang memiliki dasar.

3. Perbedaan riwayat yang disebutkan dalam hadits

Hadits ini menyebutkan perbedaan jalur: Abu Nu'aim meriwayatkan dari Sufyan dari Zubaid dari Dzar dari Sa'id — bukan dari ayahnya langsung. Ini adalah perbedaan dalam sanad, namun para ulama hadits seperti At-Tirmidzi dan Ibn Hibban menilai riwayat yang menyebut "dari ayahnya" (Abdurrahman bin Abza) lebih kuat, karena Sa'id bin Abdurrahman bin Abza meriwayatkan langsung dari ayahnya.

4. Perbedaan pendapat di antara ulama daftar

  • Jumhur (mayoritas) ulama dari daftar — termasuk Imam Ahmad, Ishaq, An-Nasa'i, Abu Dawud, At-Tirmidzi — menetapkan sunnahnya dzikir ini setelah witr.
  • Sebagian ulama seperti Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban memasukkan hadits ini dalam kitab shahih mereka, menunjukkan penerimaan mereka terhadap keabsahannya.
  • Imam asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan dzikir setelah witr, namun tidak secara tegas menyebut pengangkatan suara. Namun riwayat yang shahih dari Nabi ﷺ menetapkan hal itu.

Kesimpulan: Pendapat yang paling kuat adalah bahwa dzikir "Subhanal Malikil Quddus" tiga kali setelah witr adalah sunnah yang tsabit, dan mengangkat suara pada ucapan ketiga adalah sunnah berdasarkan riwayat yang shahih.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Abza — seorang sahabat Nabi ﷺ — memperhatikan dengan seksama bagaimana Nabi ﷺ mengerjakan shalat witr. Ia melihat Nabi ﷺ membaca tiga surah yang agung: Sabbihisma Rabbika, Qul Ya Ayyuhal Kafirun, dan Qul Huwallahu Ahad. Setelah salam, beliau tidak langsung beranjak, melainkan mengucapkan dengan penuh kekhusyukan:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

tiga kali, dan pada kali ketiga beliau mengangkat suaranya — seolah menegaskan kepada para sahabat yang hadir tentang keagungan Allah, Sang Raja Yang Maha Suci.

Hikmah: Nabi ﷺ mengajarkan bahwa setelah menyelesaikan ibadah malam, hendaknya seorang hamba menutupnya dengan dzikir yang mengagungkan Allah, bukan langsung tidur atau berbicara perkara dunia. Ini menunjukkan adab bahwa akhir dari ibadah adalah pengagungan kepada Allah.

(Sumber: Riwayat An-Nasa'i, Abu Dawud, At-Tirmidzi; disebutkan oleh Ibn Qayyim dalam Zad al-Ma'ad)

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah tiga surah ini dalam witr: Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas — satu surah pada setiap rakaat jika witr tiga rakaat.
  2. Setelah salam witr, ucapkan:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

tiga kali.

  1. Angkat suara pada ucapan ketiga sebagai bentuk penegasan dan pengagungan kepada Allah, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ.
  2. Jangan tinggalkan amalan ini karena ia adalah sunnah yang ringan namun besar pahalanya.
  3. Jika lupa atau ragu, kerjakan sesuai kemampuan — agama ini mudah, dan Allah tidak membebani hamba di luar kesanggupannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?