Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1741 tentang Bacaan dan zikir dalam shalat witir

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan sunnah Nabi ﷺ dalam shalat witir, yaitu membaca tiga surah: Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Setelah selesai (salam), beliau membaca "Subhaanal Malikil Quddus" tiga kali, dengan suara dipanjangkan pada bacaan ketiga. Ini menunjukkan kesunnahan membaca tiga surah tersebut secara berurutan dalam witir, serta dzikir setelahnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Qiyam Malam dan Sunnah Siang, Bab Penyebutan Perbedaan pada Shu'bah dari Qatadah. Jalur periwayatan: Ishaq bin Mansur ← Abu Dawud (Ath-Thayalisi) ← Syu'bah ← Qatadah ← Zurarah ← Abdurrahman bin Abza ← Rasulullah ﷺ.

Hadits pendukung dari Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa dari jalur yang sama, menunjukkan bahwa bacaan tiga surah ini adalah sunnah yang tetap dalam witir.

Adapun ayat-ayat yang dibaca:

QS. Al-A'la [87]: 1

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

QS. Al-Kafirun [109]: 1

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

"Katakanlah: 'Hai orang-orang kafir.'"

QS. Al-Ikhlas [112]: 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

"Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.'"

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nasa'i meriwayatkan hadits ini dalam kitab Sunannya sebagai dalil sunnahnya membaca tiga surah tersebut dalam witir.
  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa, menunjukkan kesepakatan ulama hadits tentang validitasnya.
  • Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa membaca tiga surah ini dalam witir adalah sunnah yang disepakati.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil menilai hadits ini shahih dan menegaskan kesunnahan membaca tiga surah tersebut secara berurutan dalam witir.

Penjelasan Rinci

Makna hadits:

Hadits ini menjelaskan dua sunnah dalam shalat witir:

  1. Membaca tiga surah secara berurutan:
  • Rakaat pertama: Surah Al-A'la (QS. 87)
  • Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun (QS. 109)
  • Rakaat ketiga: Surah Al-Ikhlas (QS. 112)

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hikmahnya adalah: Al-A'la mengandung tauhid dan penyucian Allah, Al-Kafirun mengandung pelepasan diri dari kesyirikan, dan Al-Ikhlas mengandung tauhid murni. Ketiganya merangkum inti aqidah Islam.

  1. Dzikir setelah salam:

Setelah salam, Nabi ﷺ membaca:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

"Maha Suci Sang Raja, Yang Maha Suci."

Dibaca tiga kali, dengan suara dipanjangkan pada kali ketiga.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir ini dibaca setelah witir, dan disunnahkan memanjangkan suara pada bacaan ketiga sebagai penekanan dan kekhusyukan.

Pemahaman ulama:

  • Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa membaca tiga surah ini dalam witir adalah sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan), bukan wajib.
  • Imam asy-Syafi'i juga menegaskan kesunnahan membaca tiga surah tersebut, dan ini menjadi pendapat mayoritas ulama.
  • Syaikh al-Albani menambahkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya membaca dzikir setelah witir dengan suara yang dipanjangkan, sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah dzikir "Subhaanal Malikil Quddus" dibaca setelah salam atau sebelum salam. Namun, Imam An-Nasa'i dan Imam Ahmad meriwayatkan bahwa dzikir ini dibaca setelah salam, dan ini yang lebih kuat berdasarkan zahir hadits.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Abza – seorang tabi'in yang meriwayatkan hadits ini – adalah seorang yang sangat tekun dalam ibadah malam. Ia belajar langsung dari para sahabat Nabi ﷺ tentang tata cara shalat witir. Suatu ketika, ia bertanya kepada Ubay bin Ka'b – sahabat yang dikenal sebagai ahli qira'at – tentang bacaan Nabi ﷺ dalam witir. Ubay menjawab: "Nabi ﷺ membaca Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas dalam witir, dan setelah salam beliau membaca 'Subhaanal Malikil Quddus' tiga kali."

Hikmah: Kisah ini menunjukkan betapa para tabi'in sangat memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, bahkan dalam hal bacaan dan dzikir setelah shalat. Mereka tidak hanya meniru gerakan, tetapi juga memahami makna dan hikmah di baliknya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah tiga surah ini dalam witir: Al-A'la (rakaat pertama), Al-Kafirun (rakaat kedua), dan Al-Ikhlas (rakaat ketiga).
  2. Setelah salam witir, bacalah "Subhaanal Malikil Quddus" tiga kali, dengan memanjangkan suara pada bacaan ketiga.
  3. Lakukan dengan khusyuk dan penuh adab, karena ini adalah sunnah yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ.
  4. Jangan tinggalkan witir, karena Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik dalam perjalanan maupun di rumah.
  5. Ajarkan kepada keluarga tentang sunnah ini, agar mereka juga mendapatkan keutamaannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?