Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits riwayat An-Nasa'i ini menjelaskan sunnah Nabi ﷺ dalam shalat Witr: membaca tiga surah secara berurutan, yaitu Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Setelah salam, beliau mengucapkan "Subhanal-Malikil-Quddus" tiga kali, dan pada kali ketiga beliau mengangkat suaranya. Ini menunjukkan kesunnahan dzikir setelah witr dan penekanan pada pengagungan Allah sebagai Raja Yang Maha Suci.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, kitab Qiyamul Lail, bab penyebutan perbedaan riwayat Syu'bah. Perawi sahabatnya adalah Abdurrahman bin Abza (radhiyallahu 'anhu).
Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan tiga surah yang dibaca:
QS. Al-A'la [87]: 1
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."
QS. Al-Kafirun [109]: 1
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
"Katakanlah: 'Hai orang-orang kafir.'"
QS. Al-Ikhlas [112]: 1
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
"Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Maha Esa.'"
Hadits-hadits pendukung tentang bacaan witr ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dengan jalur serupa. At-Tirmidzi menghasankan hadits ini, dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa membaca tiga surah ini dalam witr adalah sunnah yang tetap.
Penjelasan Rinci
Pertama: Bacaan tiga surah dalam Witr.
Nabi ﷺ membaca Sabbihisma Rabbikal-A'la (Al-A'la), Qul Ya Ayyuhal-Kafirun (Al-Kafirun), dan Qul Huwallahu Ahad (Al-Ikhlas) secara berurutan dalam rakaat-rakaat witr. Para ulama dari daftar yang disebutkan menjelaskan hikmahnya:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa tiga surah ini mencakup tauhid, berlepas diri dari kesyirikan, dan pengagungan kepada Allah — sehingga pantas menjadi penutup shalat malam.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ konsisten membaca surah-surah ini dalam witr, dan ini menunjukkan kesunnahan yang ditekankan (sunnah mu'akkadah).
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil bahwa sebagian salaf memahami urutan ini sebagai isyarat: mengenal Allah (Al-A'la), memisahkan diri dari kekafiran (Al-Kafirun), dan mengesakan Allah (Al-Ikhlas).
Kedua: Dzikir "Subhanal-Malikil-Quddus" setelah salam.
Setelah salam, Nabi ﷺ mengucapkan Subhanal-Malikil-Quddus (Maha Suci Sang Raja, Yang Maha Suci) tiga kali. Pada kali ketiga, beliau mengangkat suaranya. Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj menjelaskan bahwa mengangkat suara pada kali ketiga adalah untuk membangunkan orang yang tidur atau mengingatkan yang lalai, dan ini disunnahkan. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'iful Ma'arif menyebutkan bahwa dzikir ini adalah penutup yang agung karena menetapkan sifat "Malik" (Raja) dan "Quddus" (Maha Suci) bagi Allah.
Ketiga: Perbedaan riwayat (bab hadits).
Bab ini menyebutkan perbedaan riwayat Syu'bah tentang sanad. Sebagian meriwayatkan dengan perantara Dharr, sebagian tanpa Dharr (seperti riwayat Manshur dari Salamah bin Kuhail). Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perbedaan ini tidak mencacatkan hadits, karena keduanya shahih dan saling menguatkan. Al-Albani dalam Irwa'ul Ghalil menilai hadits ini shahih.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama berpendapat dzikir ini hanya khusus setelah witr, sebagian menganggapnya umum setelah shalat malam. Yang paling kuat menurut dalil adalah khusus setelah witr, sebagaimana zhahir hadits.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Abza (radhiyallahu 'anhu) — seorang sahabat yang meriwayatkan hadits ini — pernah ditanya tentang bacaan Nabi ﷺ dalam witr. Beliau menjawab dengan hadits ini, menunjukkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, bahkan sampai bacaan dan dzikir setelah salam. Al-Hasan al-Bashri pernah berkata: "Sesungguhnya kaum ini (sahabat) adalah orang-orang yang paling tahu tentang Allah, dan mereka adalah teladan dalam mengikuti sunnah." (dinukil oleh Ibnu Rajab dalam Jami'ul Ulum wal Hikam).
Hikmahnya: perhatian pada sunnah yang tampak kecil seperti dzikir setelah witr adalah tanda kecintaan kepada Nabi ﷺ dan kesungguhan dalam beribadah.
Kesimpulan Praktis
- Bacalah tiga surah ini dalam witr: Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas, secara berurutan.
- Setelah salam witr, ucapkan Subhanal-Malikil-Quddus tiga kali.
- Angkat suara pada kali ketiga untuk mengingatkan yang lalai, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ.
- Jaga konsistensi dalam shalat witr, karena ini adalah sunnah yang ditekankan.
- Pelajari sanad dan riwayat untuk memahami bahwa perbedaan riwayat tidak selalu melemahkan hadits, selama ada penguat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.