Bab Bagaimana Witir dengan Lima dan Menyebutkan Perbedaan pada Al-Hakam dalam Hadits Witir
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ يَزِيدَ، قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ الْحُسَيْنِ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ مِقْسَمٍ، قَالَ الْوَتْرُ سَبْعٌ فَلاَ أَقَلَّ مِنْ خَمْسٍ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لإِبْرَاهِيمَ فَقَالَ عَمَّنْ ذَكَرَهُ قُلْتُ لاَ أَدْرِي . قَالَ الْحَكَمُ فَحَجَجْتُ فَلَقِيتُ مِقْسَمًا فَقُلْتُ لَهُ عَمَّنْ قَالَ عَنِ الثِّقَةِ عَنْ عَائِشَةَ وَعَنْ مَيْمُونَةَ .
Sufyan bin Al-Husain meriwayatkan dari Al-Hakam bahwa Miqsam berkata: "Witir itu tujuh dan tidak kurang dari lima." Saya menyebutkan itu kepada Ibrahim dan dia berkata: "Dari siapa dia mengutip itu?" Saya berkata: "Saya tidak tahu." Al-Hakam berkata: "Kemudian saya melaksanakan Haji dan saya bertemu Miqsam dan berkata kepadanya: 'Dari siapa (kamu meriwayatkan itu)?' Dia berkata: 'Dari orang yang terpercaya, dari Aisyah dan dari Maimunah.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
