Bab Menjauh Saat Memenuhi Kebutuhan
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَاعِيلُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ إِذَا ذَهَبَ الْمَذْهَبَ أَبْعَدَ قَالَ فَذَهَبَ لِحَاجَتِهِ - وَهُوَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ - فَقَالَ " ائْتِنِي بِوَضُوءٍ " . فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ . قَالَ الشَّيْخُ إِسْمَاعِيلُ هُوَ ابْنُ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي كَثِيرٍ الْقَارِئُ .
Diriwayatkan dari Al-Mughirah bin Shu'bah bahwa ketika Nabi ﷺ pergi menjauh (untuk buang air), ia pergi jauh. Ia pergi untuk buang air ketika ia dalam salah satu perjalanannya, dan berkata: 'Bawakan saya (air untuk) wudhu.' Maka saya membawakan (air untuk) wudhu, dan ia melakukan wudhu dan mengusap di atas khufnya. Syekh 1 berkata: 'Isma'il (salah satu perawi) adalah Ibn Ja'far bin Abi Kathir Al-Qari.