Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1610 tentang Anjuran membangunkan pasangan untuk shalat malam

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah dorongan yang sangat indah dari Nabi ﷺ agar suami istri saling bekerja sama dalam ketaatan, khususnya shalat malam (qiyamul lail). Jika salah satu enggan atau malas, maka pasangannya dianjurkan untuk membangunkannya dengan cara yang lembut, termasuk memercikkan air ke wajah sebagai bentuk kasih sayang dan saling mengingatkan, bukan untuk menyakiti. Ini menunjukkan bahwa ibadah qiyamul lail tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membangun keluarga yang taat bersama-sama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah dengan lafaz yang serupa. Para ulama menilai hadits ini hasan (baik) karena jalur periwayatannya dari Ibnu 'Ajlan yang jujur namun terkadang memiliki sedikit kelemahan hafalan.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'" (QS. Al-Furqan [25]: 74)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang mukmin sejati tidak hanya berharap kebaikan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya. Mereka memohon agar pasangan dan anak-anak menjadi penyejuk hati dalam ketaatan kepada Allah.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Saling Membangunkan dalam Ketaatan

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Fath al-Bari (syarah Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya pahala bagi orang yang menjadi sebab ketaatan orang lain. Beliau berkata, "Barangsiapa yang membangunkan orang lain untuk shalat malam, maka ia telah berpartisipasi dalam kebaikan tersebut." Ini sejalan dengan sabda Nabi ﷺ: "Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim)

2. Cara Membangunkan yang Lembut

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa memercikkan air ke wajah adalah cara yang diajarkan Nabi ﷺ untuk membangunkan orang yang sedang tidur nyenyak. Ini bukan bentuk kekerasan, melainkan cara yang efektif dan penuh kasih sayang. Air yang dingin akan membuat seseorang tersadar dari tidurnya dengan cara yang tidak menyakitkan. Ini menunjukkan bahwa dalam berdakwah kepada keluarga, kita harus menggunakan cara-cara yang bijaksana dan tidak kasar.

3. Keadilan Islam dalam Berdakwah

Hadits ini juga menunjukkan keadilan Islam yang sempurna. Perintah membangunkan ini ditujukan kepada suami dan istri secara setara. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal saling mengingatkan dalam kebaikan. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Islam memuliakan perempuan dan memberikan hak yang setara dalam hal ketaatan dan dakwah di lingkungan keluarganya.

4. Qiyamul Lail sebagai Kebiasaan Keluarga

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Madarijus Salikin menyebutkan bahwa keluarga yang terbiasa bangun malam untuk shalat akan mendapatkan ketenangan dan keberkahan dalam rumah tangganya. Beliau menukil dari sebagian salaf bahwa rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur'an dan didirikan shalat malam akan terhindar dari gangguan setan dan dipenuhi malaikat.

Story Telling

Dahulu, ada seorang ulama besar dari kalangan Tabi'in bernama Al-Hasan al-Bashri rahimahullah. Beliau memiliki seorang istri yang sangat shalihah. Diriwayatkan bahwa mereka berdua saling membangunkan satu sama lain untuk shalat malam. Apabila salah seorang dari mereka bangun dan mendapati yang lain masih tertidur, maka ia akan membangunkan dengan lembut dan berkata, "Bangunlah, wahai kekasihku. Sesungguhnya malam ini adalah kesempatan kita untuk bermunajat kepada Allah sebelum datangnya hari yang sibuk."

Kisah ini menunjukkan bahwa kebiasaan saling membangunkan dalam ketaatan adalah tradisi orang-orang shalih sejak dahulu. Mereka memahami bahwa surga itu mahal, dan untuk mendapatkannya perlu perjuangan bersama-sama dalam keluarga.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, terutama dalam ibadah qiyamul lail.
  2. Gunakan cara yang lembut ketika membangunkan pasangan, seperti memanggil dengan suara lembut atau memercikkan air jika diperlukan.
  3. Jadikan qiyamul lail sebagai kebiasaan keluarga, bukan hanya ibadah individu.
  4. Jangan mudah putus asa jika pasangan belum bisa bangun; teruslah berdoa dan mengingatkan dengan sabar.
  5. Perbanyak doa agar Allah menjadikan keluarga kita keluarga yang taat dan penuh keberkahan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.