Bab Keringanan dalam Meninggalkan Shalat Jum'at bagi yang Menghadiri Id
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ حَدَّثَنِي وَهْبُ بْنُ كَيْسَانَ، قَالَ اجْتَمَعَ عِيدَانِ عَلَى عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَأَخَّرَ الْخُرُوجَ حَتَّى تَعَالَى النَّهَارُ ثُمَّ خَرَجَ فَخَطَبَ فَأَطَالَ الْخُطْبَةَ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى وَلَمْ يُصَلِّ لِلنَّاسِ يَوْمَئِذٍ الْجُمُعَةَ . فَذُكِرَ ذَلِكَ لاِبْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ أَصَابَ السُّنَّةَ .
Diriwayatkan bahwa Wahb bin Kaisan berkata: "Eid dan Jum'at jatuh pada hari yang sama pada masa Ibn Az-Zubair, jadi dia menunda pergi hingga matahari sudah tinggi. Kemudian dia pergi dan menyampaikan khutbah, dan dia memperpanjang khutbah. Kemudian dia turun dan shalat, dan dia tidak memimpin orang-orang dalam shalat jum'at pada hari itu. Sebutan tentang hal itu disampaikan kepada Ibn 'Abbas dan dia berkata: 'Dia telah mengikuti sunnah.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
