Sunan An-Nasa'i · Kitab Shalat Idain · No. 1581

Bab Dorongan Imam untuk Bersedekah dalam Khutbah

Shahih oleh Darussalam

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنِ الْبَرَاءِ، قَالَ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَوْمَ النَّحْرِ بَعْدَ الصَّلاَةِ ثُمَّ قَالَ " مَنْ صَلَّى صَلاَتَنَا وَنَسَكَ نُسُكَنَا فَقَدْ أَصَابَ النُّسُكَ وَمَنْ نَسَكَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَتِلْكَ شَاةُ لَحْمٍ " . فَقَالَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ لَقَدْ نَسَكْتُ قَبْلَ أَنْ أَخْرُجَ إِلَى الصَّلاَةِ عَرَفْتُ أَنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ فَتَعَجَّلْتُ فَأَكَلْتُ وَأَطْعَمْتُ أَهْلِي وَجِيرَانِي . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " تِلْكَ شَاةُ لَحْمٍ " . قَالَ فَإِنَّ عِنْدِي جَذَعَةً خَيْرٌ مِنْ شَاتَىْ لَحْمٍ فَهَلْ تُجْزِي عَنِّي قَالَ " نَعَمْ وَلَنْ تُجْزِيَ عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ " .

akhbarana qutaybahu, qala haddatsana abu alahwashi, an manshurin, ani assyabiyyi, ani albarai, qala khathabana rasulu allahi yawma annahri bada asshalahi tsumma qala " man shalla shalatana wanasaka nusukana faqad ashaba annusuka waman nasaka qabla asshalahi fatilka syahu lahmin ". faqala abu burdaha ibnu niyarin ya rasula allahi waallahi laqad nasaktu qabla an akhruja ila asshalahi araftu anna alyawma yawmu aklin wasyurbin fataajjaltu faakaltu waathamtu ahli wajirani. faqala rasulu allahi " tilka syahu lahmin ". qala fainna indi jadzaahan khayrun min syata lahmin fahal tujzi anni qala " naam walan tujziya an ahadin badaka ".

Dari Al-Bara': "Rasulullah ﷺ berkhutbah kepada kami pada hari An-Nahr setelah shalat, kemudian beliau berkata: 'Siapa pun yang shalat seperti shalat kami dan menyembelih seperti kami, maka ritualnya telah sempurna, dan siapa pun yang menyembelih sebelum shalat, itu hanyalah daging biasa.' Abu Burdah bin Niyar berkata: 'Wahai Rasulullah, demi Allah, saya telah menyembelih sebelum saya keluar untuk shalat, karena saya tahu bahwa hari ini adalah hari makan dan minum, maka saya segera melakukannya dan saya memakannya serta memberikannya kepada keluarga dan tetangga saya.' Rasulullah ﷺ berkata: 'Itu hanyalah daging biasa.' Dia berkata: 'Saya memiliki jadha'ah yang lebih baik dari dua daging domba, apakah itu cukup (sebagai kurban) untuk saya?' Beliau berkata: 'Ya, tetapi itu tidak akan cukup untuk siapa pun setelahmu.'"

Penjelasan