Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1482 tentang Tata cara shalat gerhana dan khutbahnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa gerhana matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah, bukan tanda kematian atau kelahiran seseorang. Ketika terjadi gerhana, Nabi ﷺ shalat dengan berdiri, ruku, sujud, dan duduk yang panjang, lalu berkhutbah memerintahkan umat untuk bersegera berzikir, berdoa, dan beristighfar. Hadits ini juga memuat peringatan tentang siksa neraka bagi orang yang menyiksa hewan dan mengambil hak orang lain.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

QS. Fushshilat [41]: 37

Terjemahan ringkas: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan bulan, tetapi sujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya."

Hadits terkait dari kitab shahih: Hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim tentang shalat gerhana, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah, tidaklah terjadi gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena kelahirannya. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa gerhana adalah tanda yang mengingatkan hamba kepada kekuasaan Allah dan mendorong mereka untuk berzikir, berdoa, dan beristighfar. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari juga menegaskan bahwa perintah "bersegeralah mengingat Allah" mencakup shalat, zikir, doa, istighfar, dan sedekah.

Penjelasan Rinci

Hadits riwayat an-Nasa'i ini menjelaskan tata cara shalat gerhana yang dilakukan Nabi ﷺ: beliau berdiri panjang, ruku panjang, sujud panjang, duduk panjang, lalu sujud lagi, kemudian mengulangi hal serupa di rakaat kedua. Ini menunjukkan shalat gerhana memiliki ruku dan sujud lebih dari satu dalam setiap rakaat, sebagaimana dipahami para ulama dari hadits-hadits shahih lainnya.

Yang sangat menyentuh dalam hadits ini adalah tangisan dan doa Nabi ﷺ di akhir sujud: "Engkau tidak memberitahuku bahwa Engkau akan melakukan itu saat aku masih bersama mereka..." Ini menunjukkan kerendahan hati dan rasa tanggung jawab beliau sebagai pemimpin umat, serta ketakutannya kepada Allah. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa tangisan Nabi ﷺ dalam shalat menunjukkan kesempurnaan ibadah dan kekhusyukan beliau.

Dalam khutbahnya, Nabi ﷺ menegaskan bahwa matahari dan bulan adalah tanda-tanda Allah. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa gerhana adalah fenomena yang Allah ciptakan untuk menakuti hamba-Nya agar mereka kembali kepada-Nya. As-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menegaskan bahwa tanda-tanda ini mengingatkan manusia akan kelemahan mereka dan kebutuhan mereka kepada Allah.

Hadits ini juga memuat peringatan tentang azab neraka: seorang wanita dari Himyar yang menyiksa kucing hingga mati, pemilik tongkat bercabang dua, dan pencuri tongkat bengkok yang merampas harta jemaah haji. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa besarnya dosa menyiksa hewan dan mengambil hak orang lain, serta bahwa neraka adalah tempat yang nyata dan Allah memperlihatkannya kepada Nabi-Nya.

Adapun perbedaan pendapat di antara ulama tentang jumlah ruku dalam shalat gerhana, Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat dua ruku per rakaat berdasarkan hadits ini dan hadits 'Aisyah, sedangkan Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat satu ruku per rakaat seperti shalat biasa. Yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur yang menyatakan dua ruku per rakaat, karena hadits-hadits shahih tentang hal ini lebih banyak dan lebih jelas.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari matahari mengalami gerhana di masa Nabi ﷺ. Orang-orang pada masa jahiliyah mengaitkan gerhana dengan kematian atau kelahiran tokoh besar. Nabi ﷺ segera berdiri shalat dan memanjangkan ibadahnya, menangis dan berdoa dengan penuh kerendahan hati. Setelah shalat, beliau berkhutbah dan mengoreksi keyakinan keliru itu, lalu memerintahkan umat untuk berzikir, berdoa, dan beristighfar. Beliau juga menceritakan apa yang diperlihatkan Allah kepadanya tentang surga dan neraka, termasuk azab bagi orang yang menyiksa hewan dan mencuri harta orang lain. Hikmahnya: gerhana adalah momen untuk kembali kepada Allah, bukan untuk takut pada mitos.

Kesimpulan Praktis

  • Ketika terjadi gerhana, bersegeralah shalat, berzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah.
  • Yakinlah bahwa gerhana bukan tanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kekuasaan Allah.
  • Jangan menyiksa hewan dan jangan mengambil hak orang lain, karena dosanya sangat besar.
  • Teladani kerendahan hati dan tanggung jawab Nabi ﷺ dalam beribadah dan memimpin umat.
  • Ikutilah pemahaman para ulama Ahlus Sunnah dalam memahami hadits dan menerapkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?