Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1460 tentang Tasbih takbir dan doa saat gerhana matahari

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa ketika terjadi gerhana matahari, Nabi ﷺ memperbanyak tasbih, takbir, dan doa, lalu beliau shalat dua rakaat dengan empat kali sujud (dua rakaat, masing-masing dua sujud). Ini adalah sunnah yang dianjurkan saat gerhana, disertai rasa takut kepada Allah dan kembali kepada-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan tanda-tanda kekuasaan Allah dan perintah berdzikir:

QS. Ali 'Imran [3]: 190

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Terjemahan: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal."

Hadits terkait (shahih): Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi ﷺ bersabda tentang gerhana:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Terjemahan: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah; keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka apabila kalian melihat hal itu, berdzikirlah kepada Allah."

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa saat gerhana dianjurkan dzikir, doa, takbir, sedekah, dan shalat. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan kesepakatan ulama tentang disyariatkannya shalat gerhana dan dzikir di dalamnya. Ibn Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa gerhana adalah tanda kekuasaan Allah yang mengingatkan hamba untuk kembali kepada-Nya.

Penjelasan Rinci

Hadits riwayat An-Nasa'i ini (Sunan An-Nasa'i, Kitab al-Kusuf) menceritakan sahabat 'Abdurrahman bin Samurah radhiyallahu 'anhu yang sedang berlatih memanah di Madinah. Ketika matahari gerhana, ia mengumpulkan anak panahnya dan bergegas menemui Nabi ﷺ untuk melihat langsung apa yang beliau lakukan. Ia mendapati Nabi ﷺ di masjid sedang bertasbih, bertakbir, dan berdoa hingga gerhana berakhir, kemudian beliau shalat dua rakaat dengan empat sujud.

Para ulama yang tercantum dalam rujukan memahami hadits ini sebagai berikut:

  • Imam an-Nawawi (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa saat gerhana disunnahkan memperbanyak dzikir, takbir, doa, istighfar, dan sedekah, di samping shalat gerhana. Beliau menegaskan bahwa shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (Fathul Bari) menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang disyariatkannya shalat gerhana, dan bahwa dzikir serta doa termasuk amalan yang dianjurkan saat itu. Beliau juga menjelaskan perbedaan riwayat tentang jumlah rakaat dan sujud, dan bahwa riwayat dua rakaat dengan empat sujud adalah yang paling masyhur dari hadits 'Aisyah dan lainnya.
  • Ibn Katsir (Tafsir al-Qur'an al-'Azhim) menegaskan bahwa gerhana adalah tanda kekuasaan Allah yang mengingatkan hamba akan keagungan-Nya, sehingga hendaknya mereka kembali kepada Allah dengan dzikir, doa, dan amal saleh.
  • As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman) menjelaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan bumi mengajak hamba untuk merenung dan tunduk kepada-Nya.

Tentang jumlah sujud: hadits ini menyebut "dua rakaat dengan empat sujud", yaitu setiap rakaat dua sujud, sebagaimana shalat biasa. Sebagian riwayat lain menyebut shalat gerhana dengan dua rakaat dan empat kali ruku' (setiap rakaat dua ruku'), sebagaimana dalam hadits 'Aisyah di Shahihain. Para ulama seperti Ibnu Hajar dan an-Nawawi menjelaskan bahwa kedua bentuk ini pernah dipraktikkan, dan yang paling kuat menurut dalil adalah shalat gerhana dua rakaat dengan empat ruku' (sebagaimana riwayat 'Aisyah), namun hadits 'Abdurrahman bin Samurah ini menunjukkan disyariatkannya shalat dua rakaat dengan empat sujud, dan keduanya sah. Yang terpenting adalah melaksanakan shalat gerhana dengan khusyuk disertai dzikir dan doa.

Story Telling

Dikisahkan bahwa 'Abdurrahman bin Samurah radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang dikenal pemberani, sedang berlatih memanah di Madinah. Ketika matahari tiba-tiba gerhana, ia tidak berlama-lama dengan latihannya, melainkan segera mengumpulkan anak panahnya dan berkata, "Saya ingin melihat apa yang dilakukan Rasulullah ﷺ saat gerhana." Ia pun mendatangi Nabi ﷺ dari arah belakang beliau di masjid, dan mendapati beliau sedang bertasbih, bertakbir, dan berdoa dengan penuh kekhusyukan hingga gerhana berakhir. Kemudian beliau shalat dua rakaat dengan empat sujud. Kisah ini mengajarkan kepada kita untuk meneladani Nabi ﷺ dalam menyikapi tanda-tanda kekuasaan Allah dengan dzikir, doa, dan shalat, bukan dengan kesibukan dunia. (Sumber: Sunan An-Nasa'i, Kitab al-Kusuf)

Kesimpulan Praktis

  • Saat terjadi gerhana matahari atau bulan, perbanyaklah tasbih, takbir, doa, istighfar, dan sedekah.
  • Laksanakan shalat gerhana dua rakaat dengan empat sujud (atau empat ruku' sesuai riwayat lain), dengan khusyuk.
  • Ingatlah bahwa gerhana adalah tanda kekuasaan Allah, bukan pertanda kematian atau kelahiran seseorang.
  • Segera tinggalkan kesibukan dunia untuk mendekat kepada Allah saat tanda-tanda-Nya muncul.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?