Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1305 tentang Doa yang diajarkan Nabi dalam shalat mencakup kebaikan dunia akhirat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi doa yang sangat agung yang dibaca oleh sahabat mulia Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu di dalam shalatnya. Doa ini mencakup permohonan agar hidup dan mati kita dalam kebaikan, meminta rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan sendiri maupun di hadapan orang lain, meminta keistiqamahan dalam segala keadaan, serta memohon kenikmatan tertinggi yaitu melihat wajah Allah di surga dan rindu bertemu dengan-Nya. Hadits ini menunjukkan bahwa doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ sangat ringkas namun padat makna, dan boleh dibaca dalam shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Sahu, Bab Jenis Lain, no. 1305. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan lainnya dari jalur yang berbeda.

Teks Arab doa yang terdapat dalam hadits tersebut adalah:

اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِي اللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا لاَ يَنْفَدُ وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لاَ تَنْقَطِعُ وَأَسْأَلُكَ الرِّضَاءَ بَعْدَ الْقَضَاءِ وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلاَ فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الإِيمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ

Terjemahan ringkas: "Ya Allah, dengan ilmu-Mu terhadap yang gaib dan kekuasaan-Mu atas makhluk, hidupkanlah aku selama Engkau tahu hidup itu baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika Engkau tahu wafat itu baik bagiku. Ya Allah, aku meminta kepada-Mu rasa takut kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi dan nyata, aku meminta kepada-Mu kalimat yang benar dalam keadaan ridha dan marah, aku meminta kepada-Mu kesederhanaan dalam kefakiran dan kekayaan, aku meminta kepada-Mu kenikmatan yang tidak habis, aku meminta kepada-Mu penyejuk mata yang tidak terputus, aku meminta kepada-Mu keridhaan setelah ketetapan, aku meminta kepada-Mu kesejukan hidup setelah mati, aku meminta kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu dan kerinduan bertemu dengan-Mu tanpa bencana yang membahayakan dan tanpa fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan iman dan jadikanlah kami pemberi petunjuk yang mendapat petunjuk."

Ayat Al-Qur'an yang relevan dengan kandungan doa ini adalah firman Allah tentang orang-orang yang berdoa memohon kebaikan hidup dan mati:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Dan di antara mereka ada yang berdoa: 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.'" (QS. Al-Baqarah [2]: 201)

Juga firman Allah tentang kenikmatan melihat wajah-Nya di surga:

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

"Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, kepada Tuhannyalah mereka melihat." (QS. Al-Qiyamah [75]: 22-23)

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan beberapa pelajaran penting:

1. Tentang Ammar bin Yasir dan doa dalam shalat

Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang mulia, termasuk orang yang pertama masuk Islam dan disiksa di jalan Allah. Beliau memimpin shalat dan meringankannya, namun sebagian jamaah merasa terlalu cepat. Ammar menjelaskan bahwa meskipun ringkas, di dalamnya beliau membaca doa-doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa dalam shalat diperbolehkan selama tidak mengandung permintaan yang bersifat duniawi yang berlebihan, dan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ adalah yang paling utama. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa doa dalam shalat adalah bagian dari ibadah, dan doa-doa ma'tsur (yang diajarkan Nabi) adalah yang paling afdhal.

2. Kandungan doa yang agung

Doa ini mengandung permohonan yang sangat lengkap:

  • Meminta hidup dan mati dalam kebaikan - Ini menunjukkan tawakal kepada Allah, menyerahkan urusan hidup dan mati kepada pengetahuan Allah yang Maha Tahu mana yang terbaik.
  • Rasa takut kepada Allah dalam keadaan tersembunyi dan nyata - Ini adalah puncak ketakwaan, yaitu takut kepada Allah baik saat sendiri maupun di hadapan orang lain.
  • Kalimat yang benar dalam keadaan ridha dan marah - Ini meminta keistiqamahan lisan, tidak berubah-ubah karena emosi.
  • Kesederhanaan dalam kaya dan miskin - Meminta sikap pertengahan, tidak berlebihan dalam segala keadaan.
  • Kenikmatan yang tidak habis dan penyejuk mata yang tidak terputus - Ini adalah kenikmatan surga yang abadi.
  • Keridhaan setelah ketetapan - Meminta hati yang ridha terhadap takdir Allah.
  • Kesejukan hidup setelah mati - Ini adalah kenikmatan alam barzakh.
  • Lelzatnya memandang wajah Allah dan rindu bertemu-Nya - Ini adalah permohonan tertinggi, yaitu melihat Allah di surga. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa melihat wajah Allah adalah kenikmatan terbesar bagi penduduk surga.
  • Dihiasi dengan perhiasan iman dan menjadi pemberi petunjuk yang mendapat petunjuk - Meminta agar menjadi da'i yang istiqamah.

3. Keutamaan doa ini

Imam Al-Albani dalam Shahih An-Nasa'i menyatakan hadits ini shahih. Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam Syarh Al-Arba'in menjelaskan bahwa doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ mengandung kebaikan dunia dan akhirat, dan seorang muslim hendaknya bersemangat menghafal dan membacanya.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wa Al-Hikam menjelaskan bahwa permohonan melihat wajah Allah adalah permohonan yang paling agung, karena itu adalah kenikmatan tertinggi di surga yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ammar bin Yasir radhiyallahu 'anhu adalah salah satu dari tujuh orang pertama yang masuk Islam. Beliau disiksa dengan sangat kejam oleh kaum Quraisy karena keislamannya, namun beliau tetap teguh. Rasulullah ﷺ pernah bersabda tentangnya: "Ammar, engkau akan dibunuh oleh kelompok yang zalim."

Ketika beliau memimpin shalat dan membaca doa yang agung ini, itu menunjukkan bahwa orang yang hatinya penuh dengan keimanan akan selalu merindukan kebaikan akhirat, bahkan di tengah kesibukan ibadah. Beliau tidak hanya meminta keselamatan dunia, tetapi meminta kenikmatan tertinggi yaitu melihat wajah Allah dan rindu bertemu dengan-Nya.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa shalat yang ringkas namun khusyuk dengan doa-doa yang bermakna lebih baik daripada shalat yang panjang namun lalai. Ammar bin Yasir adalah contoh sahabat yang memahami hakikat ibadah, yaitu menghadirkan hati di hadapan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan doa ini dan bacalah dalam shalat, terutama di sujud atau sebelum salam, karena doa ini sangat agung dan diajarkan Nabi ﷺ.
  2. Perbanyak doa-doa ma'tsur (yang diajarkan Nabi ﷺ) dalam shalat, karena itu lebih utama daripada doa karangan sendiri.
  3. Jadikan doa ini sebagai wirid harian di luar shalat, terutama di waktu-waktu mustajab.
  4. Renungkan maknanya agar doa tidak sekadar di lisan, tetapi meresap dalam hati.
  5. Amalkan sifat-sifat yang diminta dalam doa - takut kepada Allah dalam segala keadaan, berkata benar, sederhana, dan ridha terhadap takdir.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.