Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1285 tentang Cara bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan tata cara bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana yang diajarkan langsung oleh beliau. Shalawat yang diajarkan adalah dengan menyebut nama Muhammad dan keluarganya, serta mendoakan keberkahan sebagaimana doa untuk Nabi Ibrahim dan keluarganya. Ini adalah bentuk shalawat yang paling sempurna dan utama menurut para ulama.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

(QS. Al-Ahzab [33]: 56)

Hadits:

Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas'ud Al-Ansari radhiyallahu 'anhu ini terdapat dalam Sunan An-Nasa'i (no. 1285) dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 405). Hadits ini menjelaskan secara langsung bagaimana cara bershalawat yang diajarkan Nabi ﷺ.

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Al-Adzkar menjelaskan bahwa shalawat dengan lafazh ini adalah yang paling utama dan paling sempurna. Beliau berkata, "Para ulama sepakat bahwa shalawat yang paling afdhal adalah yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadits ini." (Lihat: Al-Adzkar, bab Shalawat atas Nabi ﷺ)

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan beberapa pelajaran penting:

  1. Perintah Bershalawat: Bashir bin Sa'd radhiyallahu 'anhu memahami bahwa Allah memerintahkan kaum mukminin untuk bershalawat kepada Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa perintah dalam QS. Al-Ahzab ayat 56 adalah perintah yang harus diamalkan.
  2. Adab Bertanya: Ketika Bashir bertanya, Rasulullah ﷺ diam sejenak. Para sahabat bahkan berharap agar pertanyaan itu tidak diajukan. Ini menunjukkan bahwa dalam bertanya tentang ilmu agama, kita harus menunggu waktu yang tepat dan tidak tergesa-gesa. Namun, setelah itu beliau menjawab dengan penjelasan yang sempurna.
  3. Lafazh Shalawat: Lafazh yang diajarkan adalah:
  • "Allahumma salli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad" (Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad)
  • "Kama sallaita 'ala Ibrahima" (sebagaimana Engkau memberikan shalawat kepada Ibrahim)
  • "Wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad" (dan berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad)
  • "Kama barakta 'ala ali Ibrahim fil-'alamin" (sebagaimana Engkau memberikan berkah kepada keluarga Ibrahim di seluruh alam)
  • "Innaka hamidun majid" (Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia)
  1. Makna Shalawat: Menurut Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Jala'ul Afham, shalawat dari Allah berarti pujian dan pengagungan, dari malaikat berarti doa dan istighfar, dan dari manusia berarti doa dan permohonan rahmat. (Lihat: Jala'ul Afham, bab Ma'na ash-Shalah 'ala an-Nabi)
  2. Keutamaan Keluarga: Dalam shalawat ini, disebutkan "ali Muhammad" (keluarga Muhammad). Ini menunjukkan bahwa keluarga Nabi ﷺ memiliki kedudukan yang mulia dan patut didoakan bersama beliau.

Story Telling

Diriwayatkan dari Ka'ab bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ keluar menemui kami, lalu kami bertanya: 'Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu?' Beliau bersabda: 'Ucapkanlah: Allahumma salli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama sallaita 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.'" (HR. Bukhari no. 6357 dan Muslim no. 406)

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat bersemangat untuk mengetahui cara bershalawat yang benar. Mereka tidak merasa malu untuk bertanya, dan Nabi ﷺ dengan sabar mengajarkan mereka. Ini menjadi teladan bagi kita untuk selalu belajar dan bertanya tentang hal-hal yang belum kita ketahui dalam agama.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan shalawat dengan lafazh yang diajarkan Nabi ﷺ, yaitu dengan menyebut nama Muhammad dan keluarganya, serta mendoakan keberkahan sebagaimana doa untuk Nabi Ibrahim.
  2. Perbanyak bershalawat terutama setelah adzan, ketika berdoa, dan di hari Jumat.
  3. Jangan merasa malu untuk bertanya tentang hal-hal yang belum diketahui dalam agama, sebagaimana para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ.
  4. Doakan keluarga Nabi ﷺ bersama dengan shalawat, karena mereka memiliki hak yang mulia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.