Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab dan tata cara duduk dalam shalat, khususnya cara meletakkan tangan di atas paha dan berisyarat dengan jari telunjuk. Nabi ﷺ menggenggam semua jari tangan kanan lalu menunjuk dengan jari telunjuk (yang bersebelahan dengan ibu jari), sementara tangan kiri diletakkan di paha kiri. Hadits ini juga mengandung larangan bermain-main dengan kerikil saat shalat karena mengganggu kekhusyukan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama — diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Sahu, Bab Menggenggam Jari dari Tangan Kanan Tanpa Jari Telunjuk (no. 1267), dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, melalui jalur Ali bin Abdur-Rahman.
Dalil Al-Qur'an tentang kekhusyukan shalat:
QS. Al-Mu'minun [23]: 1–2
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Terjemahan: "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya."
Dalil hadits lain yang sejalan — dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda tentang isyarat telunjuk:
Diriwayatkan oleh Muslim bin al-Hajjaj dalam Shahih Muslim, dari Ibnu Umar: bahwa Nabi ﷺ ketika duduk dalam shalat, meletakkan tangan kanannya di paha kanan dan menggenggam jari-jarinya, lalu berisyarat dengan jari telunjuk.
Kaitan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menggenggam jari dan berisyarat dengan telunjuk adalah sunnah yang disepakati.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa isyarat telunjuk dilakukan saat tasyahud, dan sebagian ulama menambahkan gerakan ringan saat berdoa.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad merinci sifat duduk Nabi ﷺ dalam shalat, termasuk cara meletakkan tangan dan berisyarat.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Hadits ini menggambarkan dua hal penting:
- Larangan bermain-main saat shalat. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma menegur Ali bin Abdur-Rahman yang sedang memainkan kerikil saat shalat. Ini menunjukkan bahwa perbuatan sia-sia dalam shalat mengurangi kekhusyukan dan bertentangan dengan adab shalat.
- Tata cara duduk dan berisyarat. Nabi ﷺ ketika duduk dalam shalat (yakni duduk tasyahud):
- Meletakkan telapak tangan kanan di paha kanan.
- Menggenggam semua jari tangan kanan.
- Menunjuk dengan jari telunjuk (jari yang bersebelahan dengan ibu jari).
- Meletakkan telapak tangan kiri di paha kiri.
Pemahaman ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa disunnahkan menggenggam jari-jari tangan kanan dan berisyarat dengan telunjuk, baik pada tasyahud awal maupun akhir. Beliau menyebutkan bahwa isyarat ini dilakukan saat menyebut nama Allah atau saat berdoa.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa jari telunjuk diangkat saat tasyahud sebagai isyarat tauhid, dan sebagian ulama menganjurkan menggerakkannya saat berdoa berdasarkan hadits lain.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menegaskan bahwa Nabi ﷺ tidak menggenggam jari tangan kiri, melainkan membuka telapak tangan kiri dan meletakkannya di paha kiri. Ini menunjukkan perbedaan perlakuan antara tangan kanan dan kiri.
- Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Mumti' menjelaskan bahwa menggenggam jari tangan kanan dan berisyarat dengan telunjuk adalah sunnah, dan hukumnya bukan wajib. Beliau juga menegaskan bahwa bermain-main dengan kerikil atau benda lain saat shalat hukumnya makruh karena mengurangi kekhusyukan.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah jari telunjuk digerakkan atau diam. Namun yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa jari telunjuk diangkat dan diisyaratkan, dan sebagian ulama menganjurkan menggerakkannya saat berdoa berdasarkan riwayat lain yang shahih. Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar cenderung membolehkan gerakan ringan, sementara sebagian ulama lain memilih diam. Yang jelas, inti dari hadits ini adalah menetapkan isyarat telunjuk sebagai bagian dari sunnah shalat.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, melihat Ali bin Abdur-Rahman sedang bermain-main dengan kerikil saat shalat. Setelah shalat selesai, beliau tidak langsung menegur di tengah shalat, tetapi menasihati dengan lembut setelahnya. Beliau berkata: "Lakukanlah seperti yang dilakukan Rasulullah ﷺ."
Ali bin Abdur-Rahman pun bertanya: "Apa yang beliau lakukan?" Ibnu Umar kemudian menjelaskan tata cara duduk Nabi ﷺ dalam shalat dengan sangat rinci — meletakkan tangan kanan di paha kanan, menggenggam jari, dan berisyarat dengan telunjuk.
Hikmahnya: Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma mengajarkan kepada kita bahwa:
- Nasihat hendaknya disampaikan dengan lembut dan pada waktu yang tepat.
- Mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam shalat adalah bentuk kecintaan kepada beliau.
- Perbuatan sia-sia dalam shalat sebaiknya dihindari agar shalat lebih khusyuk.
Kesimpulan Praktis
- Hindari bermain-main saat shalat — baik dengan kerikil, ponsel, pakaian, atau anggota tubuh — karena mengurangi kekhusyukan.
- Letakkan tangan kanan di paha kanan saat duduk tasyahud, genggam semua jari, dan tunjuk dengan jari telunjuk.
- Letakkan tangan kiri di paha kiri dengan telapak terbuka.
- Isyarat telunjuk dilakukan sebagai tanda tauhid dan doa, baik pada tasyahud awal maupun akhir.
- Ikuti sunnah Nabi ﷺ dalam shalat dengan belajar dari hadits-hadits shahih dan penjelasan ulama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.