Bab Pembicaraan dalam Shalat
Shahih oleh Darussalam
akhbarana ishaqu ibnu manshurin, qala haddatsana muhammadu ibnu yusufa, qala haddatsana alawzaiyyu, qala haddatsani yahya ibnu abi katsirin, an hilali ibni abi maymunaha, qala haddatsani athau ibnu yasarin, an muawiyaha ibni alhakami assulamiyyi, qala qultu ya rasula allahi inna haditsu ahdin bijahiliyyahin fajaa allahu bialislami wainna rijalan minna yatathayyaruna. qala " dzaka syaun yajidunahu fi shudurihim fala yashuddannahum ". warijalun minna yatuna alkuhhana. qala " fala tatuhum ". qala ya rasula allahi warijalun minna yakhutthuna. qala " kana nabiyyun mina alanbiyai yakhutthu faman wafaqa khatthuhu fadzaka ". qala wabayna ana maa rasuli allahi fi asshalahi idz athasa rajulun mina alqawmi faqultu yarhamuka allahu fahaddaqani alqawmu biabsharihim faqultu watsukla ummiyahu ma lakum tanzhuruna ilaa qala fadharaba alqawmu biaydihim ala afkhadzihim falamma raaytuhum yusakkituni lakinni sakattu falamma ansharafa rasulu allahi daani biabi waummi huwa ma dharabani wala kaharani wala sabbani ma raaytu mualliman qablahu wala badahu ahsana taliman minhu qala " inna shalatana hadzihi la yashluhu fiha syaun min kalami annasi innama huwa attasbihu waattakbiru watilawahu alqurani ". qala tsumma atthalatu ila ghunaymahin li taraha jariyahun li fi qibali uhudin waaljawwaniyyahi wainni atthalatu fawajadtu addziba qad dzahaba minha bisyahin waana rajulun min ibani adama asafu kama yasafuna fashakaktuha shakkahan tsumma ansharaftu ila rasuli allahi faakhbartuhu faazzhama dzalika alaa faqultu ya rasula allahi afala atiquha qala " aduha ". faqala laha rasulu allahi " ayna allahu azza wajalla ". qalat fi assamai. qala " faman ana ". qalat anta rasulu allahi. qala " innaha muminahun fatiqha ".
Diriwayatkan bahwa Mu'awiyah bin Al-Hakam As-Sulami berkata: "Saya berkata: 'Wahai Rasulullah ﷺ, kami baru saja berada dalam keadaan jahiliyah, kemudian Allah (SWT) membawa Islam. Beberapa orang di antara kami mengikuti pertanda.' Beliau bersabda: 'Itu adalah sesuatu yang mereka temukan dalam hati mereka; itu tidak seharusnya menghalangi mereka untuk melanjutkan.' Saya berkata: 'Dan beberapa orang di antara kami pergi ke dukun.' Beliau bersabda: 'Jangan pergi kepada mereka.' Saya berkata: 'Beberapa orang di antara kami menggambar garis.' Beliau bersabda: 'Salah satu Nabi pernah menggambar garis. Jadi siapa pun yang sejalan dengan gambarnya, maka begitu adanya.'" Dia berkata: "Ketika saya sedang shalat bersama Rasulullah ﷺ, seorang lelaki bersin dan saya berkata: 'Yarhamuk-Allah (Semoga Allah merahmatimu).' Orang-orang menatap saya dan saya berkata: 'Semoga ibuku kehilangan saya, mengapa kalian menatap saya?' Orang-orang memukul tangan mereka di paha mereka, dan ketika saya melihat bahwa mereka memberi isyarat agar saya diam, saya pun diam. Ketika Rasulullah ﷺ selesai, beliau memanggil saya. Semoga ayah dan ibuku ditebus untuknya, beliau tidak memukul saya, tidak menegur saya, dan tidak mencaci saya. Saya belum pernah melihat guru yang lebih baik dari beliau, sebelum atau sesudahnya. Beliau bersabda: 'Shalat kita ini bukanlah tempat untuk pembicaraan biasa, melainkan adalah untuk memuliakan dan membesarkan Allah (SWT), serta membaca Al-Qur'an.' Kemudian saya pergi ke sekumpulan domba saya yang dijaga oleh seorang budak perempuan saya di dekat Uhud dan Al-Jawwaniyyah, dan saya menemukan bahwa serigala telah mengambil salah satu domba. Saya adalah seorang dari keturunan Adam dan saya merasa kesal seperti mereka yang merasa kesal. Maka saya memukulnya. Kemudian saya datang kepada Rasulullah ﷺ dan memberitahukan apa yang terjadi. Beliau menganggap itu sebagai tindakan yang serius dari saya. Saya berkata: 'Wahai Rasulullah ﷺ, apakah saya tidak boleh membebaskannya?' Beliau bersabda: 'Panggillah dia.' Rasulullah ﷺ berkata kepadanya: 'Di mana Allah (SWT), Yang Maha Perkasa dan Mulia?' Dia berkata: 'Di atas langit.' Beliau bersabda: 'Dan siapa saya?' Dia berkata: 'Engkau adalah Rasulullah ﷺ.' Beliau bersabda: 'Dia adalah seorang yang beriman, bebaskan dia.'"