Bab Pahala Seseorang yang Bersujud kepada Allah
Shahih oleh Darussalam
akhbarana abu ammarin alhusaynu ibnu huraytsin, qala anbaana alwalidu ibnu muslimin, qala haddatsana alawzaiyyu, qala haddatsani alwalidu ibnu hisyamin almuaythiyyu, qala haddatsani madanu ibnu thalhaha alyamariyyu, qala laqitu tsawbana mawla rasuli allahi faqultu dullani ala amalin yanfauni aw yudkhiluni aljannaha fasakata anni maliyyan tsumma atafata ilaa faqala alayka biassujudi fainni samitu rasula allahi yaqulu " ma min abdin yasjudu lillahi sajdahan ila rafaahu allahu azza wajalla biha darajahan wahattha anhu biha khathiahan ". qala madanu tsumma laqitu aba addardai fasaaltuhu amma saaltu anhu tsawbana faqala li alayka biassujudi fainni samitu rasula allahi yaqulu " ma min abdi yasjudu lillahi sajdahan ila rafaahu allahu biha darajahan wahattha anhu biha khathiahan ".
Ma'dan bin Talha Al-Ya'muri berkata: "Saya bertemu Thawban, mantan budak Rasulullah ﷺ dan berkata: "Tunjukkan kepada saya suatu amalan yang bermanfaat bagi saya atau yang dapat memasukkan saya ke dalam surga." Ia terdiam sejenak, kemudian ia menoleh kepada saya dan berkata: "Engkau harus bersujud, karena saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang hamba yang bersujud kepada Allah sekali pun, kecuali Allah akan mengangkatnya satu derajat dengan itu, dan menghapus satu dosanya dengan itu." Ma'dan berkata: "Kemudian saya bertemu Abu Ad-Darda' dan menanyakan hal yang sama yang saya tanyakan kepada Thawban." Ia berkata kepada saya: "Engkau harus bersujud, karena saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang hamba yang bersujud kepada Allah (SWT) sekali pun, tetapi Allah (SWT) akan mengangkatnya satu derajat dengan itu dan menghapus satu dosanya dengan itu."