Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1121 tentang Doa memohon cahaya dalam sujud

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa yang sangat agung yang diajarkan oleh Nabi ﷺ ketika sujud. Beliau memohon kepada Allah agar diberikan cahaya (nur) yang menyeluruh, baik di dalam hati, pendengaran, penglihatan, dan di segala arah di sekeliling beliau. Ini menunjukkan bahwa sujud adalah momen terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya, dan di dalamnya kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, termasuk memohon kebaikan yang menyeluruh.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Doa, Bab Doa dalam Sujud, nomor 1121. Hadits ini juga terdapat dalam riwayat lain, seperti Shahih Muslim, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Berikut adalah lafaz doa yang disebutkan dalam hadits tersebut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ تَحْتِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَاجْعَلْ أَمَامِي نُورًا وَاجْعَلْ خَلْفِي نُورًا وَأَعْظِمْ لِي نُورًا

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah dalam hatiku cahaya, jadikanlah dalam pendengaranku cahaya, jadikanlah dalam penglihatanku cahaya, jadikanlah di bawahku cahaya, jadikanlah di atasku cahaya, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, jadikanlah di depanku cahaya, jadikanlah di belakangku cahaya, dan perbesarlah cahaya untukku."

Hadits ini juga diriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dengan lafaz yang lebih panjang. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ untuk memohon cahaya yang sempurna, yang merupakan isyarat dari petunjuk dan kebaikan yang menyeluruh dalam agama dan kehidupan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa makna "nur" (cahaya) dalam doa ini bukan hanya cahaya yang bersifat fisik, tetapi lebih kepada cahaya keimanan, petunjuk, dan hidayah di dalam hati. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa cahaya yang dimohonkan Nabi ﷺ adalah cahaya yang menerangi hati untuk mengenal Allah, mencintai-Nya, dan menjalankan perintah-Nya. Cahaya ini juga menerangi pendengaran dan penglihatan, sehingga seorang hamba hanya mendengar dan melihat hal-hal yang bermanfaat bagi agama dan dunianya.

Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Ad-Da'u wad-Dawa' (Al-Jawabul Kafi) menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan agar seluruh anggota badan dan arah gerak seorang hamba dipenuhi dengan cahaya ketaatan. Cahaya di depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah adalah permohonan agar seorang hamba selamat dari segala arah godaan dan keburukan, serta agar setiap langkah dan geraknya selalu berada dalam ketaatan kepada Allah.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa sujud adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda: "Adapun sujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya, karena doa di situ sangat layak untuk dikabulkan." (HR. Muslim). Oleh karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak doa di dalam sujud, baik dalam shalat fardhu maupun sunnah, dengan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa doa ini adalah salah satu contoh doa yang diajarkan Nabi ﷺ di dalam sujud. Beliau juga menegaskan bahwa seorang muslim boleh berdoa dengan doa apa pun yang baik di dalam sujud, selama tidak meminta hal-hal yang haram atau melampaui batas.

Story Telling

Ada kisah yang sangat indah tentang doa cahaya ini. Suatu malam, Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma yang masih muda saat itu, bermalam di rumah bibinya, Maimunah binti Al-Harits, yang merupakan istri Nabi ﷺ. Ia ingin sekali melihat bagaimana Nabi ﷺ beribadah di malam hari.

Di tengah malam, Nabi ﷺ bangun, berwudhu, lalu shalat. Ibnu Abbas memperhatikan dengan seksama setiap gerakan beliau. Ketika sujud, beliau mendengar Nabi ﷺ memanjatkan doa yang sangat dalam dan menyentuh hati, memohon cahaya dari segala arah. Ibnu Abbas muda terkesima mendengar doa yang penuh makna ini.

Setelah shalat, Nabi ﷺ tidur kembali hingga Bilal datang membangunkan beliau untuk shalat Subuh. Kisah ini menunjukkan betapa dekatnya Nabi ﷺ dengan Allah di malam hari, dan betapa beliau sangat membutuhkan cahaya Allah dalam setiap aspek kehidupannya. Ini adalah pelajaran bagi kita bahwa bahkan Nabi yang telah dijamin masuk surga pun tetap bersungguh-sungguh dalam berdoa dan memohon petunjuk, maka kita yang penuh dosa ini tentu lebih membutuhkan lagi.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak doa di dalam sujud, karena ini adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.
  2. Hafalkan dan amalkan doa ini dalam sujud-sujud kita, baik dalam shalat fardhu maupun sunnah.
  3. Pahami makna cahaya dalam doa ini, yaitu cahaya keimanan, petunjuk, dan kebaikan yang menyeluruh dalam hidup kita.
  4. Jadikan doa ini sebagai permohonan agar Allah menerangi hati, pendengaran, penglihatan, dan seluruh gerak-gerik kita dalam ketaatan kepada-Nya.
  5. Teladani kesungguhan Nabi ﷺ dalam beribadah dan berdoa, meskipun beliau telah dijamin ampunan dan surga.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?