Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ diperintahkan sujud dengan tujuh anggota badan: dahi (beserta hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung jari kedua kaki. Nabi ﷺ juga dilarang mengikat rambut dan menggulung pakaian saat sujud. Hadits ini menjadi dalil utama tentang anggota sujud dan larangan mengganggu kekhusyukan sujud.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama — Sunan An-Nasa'i no. 1098, Kitab At-Tathbiq (bukan At-Ta'liq), Bab Sujud di Atas Dua Lutut. Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, melalui jalur Ibnu Thawus dari ayahnya (Thawus bin Kaisan, seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar rujukan).
Hadits pendukung — Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ — وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ — وَالْيَدَيْنِ، وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ»
"Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang: dahi — dan beliau memberi isyarat dengan tangannya ke hidungnya — dua tangan, dua lutut, dan ujung-ujung kedua kaki."
Ayat terkait — QS. Al-Hajj [22]: 77:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung."
Penjelasan Rinci
Pertama: Tujuh anggota sujud. Hadits ini menegaskan bahwa sujud dilakukan di atas tujuh anggota: (1) dahi, (2) hidung — karena Nabi ﷺ mengisyaratkan ke hidungnya, sehingga keduanya dihitung satu, (3) dan (4) dua telapak tangan, (5) dan (6) dua lutut, (7) ujung-ujung jari kedua kaki. Ini dipahami oleh Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari sebagai penjelasan rinci anggota sujud yang wajib menyentuh tempat sujud.
Kedua: Larangan mengikat rambut dan pakaian (كَفْت). Kata "yakfit" berarti mengumpulkan dan mengikat rambut atau menggulung pakaian agar tidak menyentuh lantai. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa larangan ini mencakup dua hal: (a) mengikat rambut yang panjang sehingga tidak jatuh bersujud, dan (b) menyingsingkan pakaian agar tidak menyentuh tempat sujud. Hikmahnya menurut Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari-nya: agar anggota badan benar-benar menempel dan sujud terwujud sempurna, sekaligus menjaga kekhusyukan.
Ketiga: Perbedaan pendapat. Para ulama dari daftar rujukan berbeda pendapat apakah dahi dan hidung keduanya wajib menyentuh lantai:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal (dalam riwayat masyhur): dahi wajib, hidung sunnah.
- Imam Abu Hanifah dan sebagian riwayat dari Imam Ahmad: cukup dahi, hidung tidak wajib.
- Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa dan Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menguatkan bahwa dahi dan hidung keduanya termasuk anggota sujud yang diperintahkan, berdasarkan isyarat Nabi ﷺ ke hidungnya dalam hadits Ibnu Abbas.
Yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat yang menyatakan dahi dan hidung keduanya menyentuh lantai, karena Nabi ﷺ mengisyaratkan keduanya sebagai satu kesatuan anggota sujud.
Keempat: Sujud di atas dua lutut. Judul bab "Sujud di Atas Dua Lutut" menunjukkan bahwa kedua lutut termasuk anggota yang wajib menyentuh tempat sujud. Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya dan Ibnu Hibban memasukkan hadits ini sebagai dalil wajibnya sujud di atas tujuh anggota secara lengkap.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Thawus bin Kaysan (wafat 106 H), seorang Tabi'in mulia di Yaman, ketika meriwayatkan hadits ini kepada putranya dan murid-muridnya, beliau memperagakan dengan tangannya: meletakkan tangan di dahi lalu menggerakkannya ke hidung, seraya berkata, "Ini satu anggota." Peragaan ini menunjukkan betapa para salaf sangat teliti dalam menyampaikan sunnah Nabi ﷺ, tidak sekadar meriwayatkan teks, tetapi juga mempraktikkan dan menjelaskan maknanya. Sufyan bin 'Uyainah — salah satu perawi dalam sanad ini — juga dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan dan mengajarkan hadits dengan peragaan agar mudah dipahami.
Kesimpulan Praktis
- Sujudlah dengan tujuh anggota: dahi (beserta hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung jari kedua kaki.
- Jangan mengikat rambut atau menggulung pakaian saat sujud, agar anggota badan menempel sempurna.
- Pastikan dahi dan hidung menyentuh lantai — ini pendapat terkuat menurut Ibnu Taymiyyah dan Ibnul Qayyim.
- Perhatikan kedua lutut agar benar-benar menempel di tempat sujud, bukan melayang.
- Teladani ketelitian salaf seperti Thawus dan Sufyan bin 'Uyainah dalam memahami dan mengamalkan sunnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.