Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan dua hal penting dalam shalat: pertama, larangan membaca Al-Qur’an saat ruku’ dan sujud; kedua, perintah untuk memperbanyak tasbih dan ta’zhim (pengagungan) kepada Allah saat ruku’, serta bersungguh-sungguh dalam berdoa saat sujud karena doa di sujud sangat mustajab. Hadits ini juga mengingatkan bahwa mimpi baik adalah salah satu sisa dari tanda-tanda kenabian.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur’an yang terkait:
QS. Al-A’la [87]: 1
Teks Arab:
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
Terjemahan:
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.”
Ayat ini menjadi dasar perintah untuk bertasbih dan mengagungkan Allah, yang diamalkan dalam ruku’ dan sujud.
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubra (no. 1045) dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim (no. 479) dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Hadits ini shahih dan menjadi rujukan utama dalam bab ini.
Kaitan dengan ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil larangan membaca Al-Qur’an saat ruku’ dan sujud, dan bahwa yang disyariatkan adalah tasbih dan doa.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (2/287) menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan kekhususan ruku’ untuk pengagungan dan sujud untuk doa.
- Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil (no. 332) menshahihkan hadits ini dan menjelaskan bahwa doa di sujud lebih utama daripada di ruku’.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa faedah penting:
1. Larangan Membaca Al-Qur’an saat Ruku’ dan Sujud
Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya aku dilarang membaca Al-Qur’an ketika ruku’ atau sujud.” Ini menunjukkan bahwa membaca ayat Al-Qur’an dalam ruku’ dan sujud hukumnya haram. Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa ruku’ dan sujud adalah tempat untuk tasbih dan doa, bukan untuk tilawah. Imam Ahmad bin Hanbal juga berpendapat sama, dan ini adalah ijma’ ulama (konsensus) sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni.
2. Perintah Mengagungkan Allah saat Ruku’
Nabi ﷺ bersabda: “Adapun ruku’, agungkanlah Tuhan di dalamnya.” Maksudnya, perbanyaklah bacaan tasbih seperti Subhana Rabbiyal ‘Azhim (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung). Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya meriwayatkan dari Hudzaifah bahwa Nabi ﷺ membaca Subhana Rabbiyal ‘Azhim tiga kali saat ruku’. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa pengagungan di ruku’ adalah dengan merendahkan diri dan mengakui kebesaran Allah.
3. Perintah Bersungguh-sungguh dalam Doa saat Sujud
Nabi ﷺ bersabda: “Adapun sujud, berusaha keraslah dalam doa, karena itu lebih pantas untuk dikabulkan.” Ini menunjukkan bahwa sujud adalah tempat terbaik untuk berdoa. Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim, no. 482). Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa di sujud lebih mustajab karena kerendahan dan ketundukan hamba di hadapan Allah.
4. Mimpi Baik sebagai Sisa Kenabian
Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada yang tersisa dari ciri-ciri kenabian kecuali mimpi baik.” Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (12/361) menjelaskan bahwa mimpi baik adalah bagian dari wahyu yang terputus setelah wafatnya Nabi, namun tetap menjadi kabar gembira bagi orang beriman. Imam Al-Qurthubi (dalam tafsirnya) menegaskan bahwa mimpi baik tidak boleh dijadikan sumber hukum, tetapi bisa menjadi motivasi kebaikan.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa pada suatu hari Nabi ﷺ membuka tirai kamarnya ketika para sahabat sedang shalat berjamaah di belakang Abu Bakar. Beliau melihat mereka dalam keadaan khusyuk, lalu memberikan nasihat ini. Ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap umatnya, bahkan di saat sakit beliau tetap mengajarkan adab-adab shalat. Imam Al-Bukhari meriwayatkan kisah ini dalam Shahih-nya (no. 1142) sebagai bukti kasih sayang Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Jangan membaca Al-Qur’an saat ruku’ dan sujud, karena itu dilarang. Cukup dengan tasbih dan doa.
- Perbanyak tasbih di ruku’, seperti Subhana Rabbiyal ‘Azhim minimal tiga kali.
- Perbanyak doa di sujud, karena doa di sujud sangat mustajab. Mintalah kebaikan dunia dan akhirat.
- Jangan terlalu bergantung pada mimpi, tetapi jadikan mimpi baik sebagai motivasi untuk beramal shalih.
- Amalkan hadits ini dengan penuh adab, karena shalat adalah tiang agama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.