Saya tidak melihat orang lain yang menderita penyakit lebih parah daripada Rasulullah ﷺ.
Bab Pahala Orang Beriman atas Apa yang Menimpanya dari Penyakit atau Kesedihan
Aku mengunjungi Rasulullah ﷺ saat beliau demam tinggi. Aku menyentuh tubuhnya dengan tanganku dan berkata kepadanya: Wahai Rasulullah, engkau demam tinggi.
Tidak ada seorang Muslim pun yang tertusuk duri atau yang lebih parah dari itu, kecuali baginya (dijanjikan) derajat yang lebih tinggi dan dihapuskan dosanya.
Tidaklah seorang mukmin ditimpa dengan sakit, kesulitan, atau kesedihan, bahkan dengan kekhawatiran yang mengganggu, melainkan diampuni baginya dari dosa-dosanya.
Abu Huraira melaporkan bahwa ketika ayat ini diturunkan: "Siapa yang berbuat jahat, maka dia akan dibalas dengan itu", dan ketika ini disampaikan kepada kaum Muslimin, mereka sangat terganggu. Kemudian Rasulullah ﷺ bersa
Maka beliau (Nabi) bersabda: "Janganlah kamu mencela demam, karena ia menghapus dosa-dosa anak-anak Adam sebagaimana api pemanas menghilangkan kotoran besi."
'Ata' bin Abi Rabih berkata: Ibn Abbas berkata kepadaku: "Bolehkah aku menunjukkan kepadamu seorang wanita dari surga?" Aku berkata: "Ya." Dia berkata: "Ini adalah wanita berkulit hitam. Dia datang kepada Nabi ﷺ dan berk