Bab Keutamaan Nafkah kepada Keluarga dan Hamba Sahaya serta Dosa bagi Siapa yang Mengabaikan Mereka atau Menahan Nafkah dari Mereka
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجَرْمِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبْجَرَ الْكِنَانِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ، عَنْ خَيْثَمَةَ، قَالَ كُنَّا جُلُوسًا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو إِذْ جَاءَهُ قَهْرَمَانٌ لَهُ فَدَخَلَ فَقَالَ أَعْطَيْتَ الرَّقِيقَ قُوتَهُمْ قَالَ لاَ . قَالَ فَانْطَلِقْ فَأَعْطِهِمْ . قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ " .
Khaithama melaporkan: Ketika kami duduk bersama 'Abdullah bin 'Umar, datanglah pelayannya. Ia (Ibn 'Umar) berkata: Apakah kamu telah memberikan makanan kepada para hamba? Ia menjawab: Tidak. Maka ia berkata: Pergilah dan berikan kepada mereka, karena Rasulullah (ﷺ) telah bersabda: Cukuplah bagi seorang lelaki dosa jika ia menahan nafkah dari orang yang ia miliki.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
