Penjelasan Hadits Muslim No. 975 tentang Doa dan salam saat memasuki pemakaman untuk penghuninya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita adab dan doa ketika memasuki area pemakaman (kuburan). Rasulullah ﷺ mengajarkan para sahabat untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur, mengakui bahwa mereka adalah orang-orang yang telah mendahului kita dari kalangan mukminin dan muslimin, menyatakan keyakinan bahwa kita akan menyusul mereka, serta mendoakan keselamatan (al-'afiyah) untuk mereka dan untuk kita. Ini adalah bentuk adab seorang muslim kepada saudaranya yang telah wafat dan pengingat akan kematian.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Jana'iz, Bab "Ma Yuqalu 'Inda Dukhul Al-Qubur" (Apa yang Diucapkan Saat Masuk Kubur), nomor 975, dari sahabat Buraidah bin Al-Hushaib Al-Aslami radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، الأَسَدِيُّ عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ فَكَانَ قَائِلُهُمْ يَقُولُ - فِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ - السَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ - وَفِي رِوَايَةِ زُهَيْرٍ - السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ.

Terjemahan: Sebagaimana yang telah Anda sebutkan.

Dalil pendukung lainnya:

Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 974) dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ketika memasuki pekuburan:

السَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ

"Semoga keselamatan atas penghuni kampung (kubur) dari kalangan mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului dan yang akan datang kemudian dari kalian. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian."

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in sangat memperhatikan pengajaran adab ziarah kubur ini. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini adalah doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ secara langsung dan merupakan sunnah yang dianjurkan bagi setiap muslim yang memasuki pekuburan. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang disunnahkannya ziarah kubur bagi laki-laki dan menganjurkan untuk mengucapkan salam serta doa ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Adab Mengucapkan Salam kepada Penghuni Kubur

Rasulullah ﷺ mengajarkan para sahabatnya untuk mengucapkan salam ketika memasuki area pemakaman. Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang telah wafat dapat mendengar salam tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang muslim mengucapkan salam kepadaku, melainkan Allah mengembalikan ruhku sehingga aku menjawab salamnya." (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Ar-Ruh menjelaskan bahwa ruh orang-orang mukmin dapat merasakan dan mendengar salam dari orang-orang yang mengunjungi mereka. Ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman, sehingga mereka tidak terputus dari kabar dan doa dari keluarga serta saudara-saudaranya di dunia.

2. Mengakui Mereka sebagai Mukminin dan Muslimin

Ucapan "min al-mu'minina wal-muslimin" (dari kalangan orang-orang beriman dan muslim) menunjukkan bahwa kita mengakui kebaikan mereka dan berbaik sangka kepada mereka. Imam As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa seorang muslim hendaknya selalu berbaik sangka kepada saudaranya yang telah wafat, karena kita tidak mengetahui akhir kehidupan mereka. Kita berharap mereka termasuk golongan yang beriman dan berislam dengan benar.

3. Pernyataan "Kami Akan Menyusul"

Ucapan "wa inna insya Allahu bikum lahiqun" (dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian) adalah pengakuan akan kepastian kematian. Imam Ibnul Qayyim dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa ziarah kubur memiliki tujuan utama untuk mengingatkan diri akan kematian dan akhirat. Dengan mengucapkan kalimat ini, seorang muslim menegaskan keyakinannya bahwa kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap jiwa, dan tidak ada yang bisa menghindarinya.

4. Doa Keselamatan (Al-'Afiyah)

Di akhir doa, Nabi ﷺ mengajarkan untuk memohon al-'afiyah (keselamatan) untuk diri kita dan penghuni kubur. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa al-'afiyah mencakup keselamatan dari segala keburukan, baik di dunia maupun di akhirat, termasuk keselamatan dari siksa kubur dan siksa neraka. Ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya mendoakan mereka yang telah wafat, tetapi juga mendoakan diri kita sendiri agar diberikan keselamatan.

5. Perbedaan Riwayat dalam Hadits

Dalam hadits ini terdapat dua riwayat yang sedikit berbeda:

  • Riwayat Abu Bakr bin Abi Syaibah: "Assalamu 'ala ahlid diyar" (Semoga keselamatan atas penghuni negeri ini)
  • Riwayat Zuhair bin Harb: "Assalamu 'alaikum ahlad diyar minal mu'minina wal muslimin..." (lengkap)

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa perbedaan ini tidaklah bertentangan, melainkan saling melengkapi. Kedua riwayat tersebut shahih dan berasal dari Nabi ﷺ. Seorang muslim boleh membaca salah satunya, dan yang lebih utama adalah menggabungkan keduanya sebagaimana riwayat yang lebih lengkap.

6. Hukum Ziarah Kubur

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah sepakat bahwa ziarah kubur adalah sunnah yang dianjurkan, terutama bagi laki-laki. Imam Ibnul Qayyim dalam Zad Al-Ma'ad menyebutkan bahwa tujuan ziarah kubur adalah untuk mengingat kematian, mendoakan mayat, dan melembutkan hati. Adapun bagi perempuan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama membolehkan dengan syarat tidak bermaksiat dan tidak berlebihan, sementara sebagian lainnya memakruhkannya berdasarkan hadits yang melarang perempuan sering berziarah. Namun, Syaikh Al-Albani cenderung membolehkan ziarah kubur bagi perempuan selama tidak disertai hal-hal yang diharamkan seperti meratap atau berlebihan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Muhammad ﷺ melewati pekuburan, beliau mengucapkan salam kepada penghuninya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ: 'Wahai Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan ketika mengunjungi kuburan?' Maka beliau bersabda: Ucapkanlah, 'Assalamu 'ala ahlid diyari minal mu'minina wal muslimin, wa yarhamullahul mustaqdimina minkum wal musta'khirin, wa inna insya Allahu bikum lahiqun.'"

Kisah ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ dalam mengajarkan adab kepada umatnya, bahkan dalam hal yang sering dianggap sepele seperti mengunjungi kuburan. Ini adalah bentuk kasih sayang beliau kepada umatnya, sehingga mereka tidak bingung dan tidak salah dalam berdoa.

Ada juga kisah tentang sahabat Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini. Beliau adalah salah satu sahabat yang sangat cinta kepada Rasulullah ﷺ dan sangat teliti dalam meriwayatkan hadits. Beliau meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang bersambung kepada Nabi ﷺ, menunjukkan bahwa para sahabat sangat menjaga sunnah-sunnah Nabi ﷺ, termasuk dalam hal adab ziarah kubur.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengucapkan salam ketika memasuki area pemakaman dengan lafaz yang diajarkan Nabi ﷺ, baik yang singkat maupun yang lengkap.
  2. Mendoakan penghuni kubur dengan memohonkan keselamatan dan ampunan untuk mereka.
  3. Mengingat kematian ketika berziarah kubur, karena hal ini dapat melembutkan hati dan mengingatkan kita akan akhirat.
  4. Tidak berlebihan dalam ziarah kubur, seperti meratap, berteriak, atau meminta-minta kepada penghuni kubur. Ziarah kubur adalah sarana ibadah dan pengingat, bukan tempat meminta pertolongan kepada selain Allah.
  5. Mendoakan keselamatan untuk diri sendiri dengan memohon al-'afiyah (keselamatan) di dunia dan akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?