Penjelasan Hadits Muslim No. 97 tentang Larangan membunuh yang mengucapkan syahadat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa seseorang yang telah mengucapkan "Lā ilāha illallāh" tidak boleh dibunuh, meskipun sebelumnya ia memerangi kaum Muslimin. Nabi ﷺ menegur keras Usamah bin Zaid karena membunuhnya setelah ia mengucapkan kalimat tauhid, dan mengulang-ulang pertanyaan tentang apa yang akan ia lakukan kelak di Hari Kiamat ketika kalimat itu datang menuntut. Pelajarannya: kalimat tauhid memiliki kehormatan besar, dan kita tidak menghukumi isi hati seseorang.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat yang sangat relevan dengan tema ini:

QS. An-Nisā' [4]: 94

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِندَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Terjemah ringkas: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi berperang di jalan Allah, maka telitilah (periksa dengan jelas) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu: 'Kamu bukan mukmin', karena kamu menginginkan harta kehidupan dunia. Padahal di sisi Allah ada banyak ghanimah (harta rampasan). Demikianlah keadaanmu dahulu, lalu Allah memberi karunia kepadamu, maka telitilah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan."

Hadits terkait: Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Īmān, dari jalur Jundab bin Abdullah al-Bajali radhiyallahu 'anhu, dan disebutkan pula riwayat serupa dari Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits ini secara panjang lebar.

Penjelasan Rinci

Hadits ini terjadi dalam konteks peperangan melawan kaum musyrikin. Seorang Muslim (yang menurut keterangan yang masyhur adalah Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma) menyerang seorang musyrik yang sebelumnya telah membunuh banyak Muslim. Ketika musyrik itu melihat pedang terangkat, ia mengucapkan "Lā ilāha illallāh". Namun Usamah tetap membunuhnya. Ketika berita itu sampai kepada Nabi ﷺ, beliau memanggil Usamah dan bertanya dengan nada teguran: "Apakah kamu membunuhnya setelah ia mengucapkan Lā ilāha illallāh?" Lalu beliau mengulang-ulang: "Bagaimana kamu menghadapi kalimat Lā ilāha illallāh itu jika ia datang pada Hari Kiamat?"

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan:

  1. Kalimat tauhid memiliki kehormatan dan kemuliaan yang sangat besar dalam Islam.
  2. Siapa saja yang mengucapkannya secara lahir, maka darah dan hartanya dilindungi, dan urusan batinnya diserahkan kepada Allah.
  3. Teguran Nabi ﷺ kepada Usamah bukan karena beliau meragukan keikhlasan Usamah, tetapi untuk menegaskan bahwa menghukumi isi hati bukan wewenang manusia.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas riwayat serupa di Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa seseorang yang mengucapkan syahadat di medan perang wajib dihentikan pembunuhannya, dan tidak boleh dikatakan "dia mengucapkannya karena takut pedang". Karena kita diperintahkan menghukumi berdasarkan yang lahir, sedangkan Allah yang mengetahui rahasia hati.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini termasuk bab al-ta'wīl (menakwilkan niat orang lain) yang dilarang, karena hal itu termasuk mendahului pengetahuan Allah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya terhadap QS. An-Nisā' [4]: 94 menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa serupa, yaitu ketika seorang Muslim membunuh orang yang mengucapkan salam/syahadat karena mengira itu hanya taktik. Allah menegur dengan keras, dan ini menunjukkan wajibnya tabayyun (memeriksa dengan teliti) sebelum menghukumi.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan prinsip penting: al-hukmu bi al-zhāhir (menghukumi berdasarkan yang tampak), dan bahwa niat hati adalah urusan Allah. Beliau juga menegaskan bahwa membunuh seorang Muslim yang telah mengucapkan syahadat adalah dosa besar.

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama yang tercantum dalam daftar bahwa hadits ini menunjukkan haramnya membunuh orang yang telah mengucapkan syahadat, dan bahwa kita tidak boleh menghukumi isi hati seseorang.

Story Telling

Dikisahkan bahwa setelah peristiwa itu, Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma sangat menyesal. Beliau berkata: "Aku tidak akan pernah lagi membunuh seseorang yang mengucapkan Lā ilāha illallāh setelah mendengar teguran Rasulullah ﷺ." Bahkan dalam riwayat lain, Usamah bersumpah tidak akan memerangi seseorang yang mengucapkan kalimat tauhid sampai akhir hayatnya. Ini menunjukkan betapa dalamnya pengaruh teguran Nabi ﷺ terhadap hati para sahabat, dan betapa mereka segera bertaubat serta memperbaiki diri. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa dalam riwayat lain, Usamah berkata: "Wahai Rasulullah, dia mengucapkannya karena takut pedang." Nabi ﷺ menjawab: "Apakah kamu telah membelah hatinya?" — menegaskan bahwa isi hati bukan urusan manusia.

Kesimpulan Praktis

  1. Hormati kalimat tauhid: Siapa saja yang mengucapkan "Lā ilāha illallāh" secara lahir, darah dan hartanya dilindungi.
  2. Jangan menghukumi isi hati: Kita hanya menghukumi berdasarkan yang tampak, sedangkan niat adalah urusan Allah.
  3. Tabayyun (periksa dengan teliti): Sebelum mengambil tindakan keras, pastikan dulu keadaan sebenarnya, sebagaimana perintah QS. An-Nisā' [4]: 94.
  4. Taubat segera: Jika kita keliru, segera bertaubat dan memperbaiki diri, sebagaimana Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma.
  5. Jauhi ghuluw (berlebihan): Jangan mudah mengkafirkan atau membunuh orang yang mengucapkan syahadat karena prasangka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?