Penjelasan Hadits Muslim No. 948 tentang Empat puluh orang shalat jenazah diterima syafaatnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi seorang Muslim yang meninggal lalu dishalatkan oleh empat puluh orang Muslim yang bertauhid (tidak menyekutukan Allah), maka Allah akan menerima syafaat mereka untuknya. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dan dorongan agar kaum Muslimin memperbanyak shalat jenazah serta menjaga tauhid. Syafaat di sini adalah syafaat doa dan permohonan ampun, bukan berarti bebas dari hisab secara mutlak.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Jenazah, dari sahabat 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, melalui jalur Kuraib (mantan budak Ibnu 'Abbas):

> مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ

Terjemahan: "Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu berdiri (menshalatkan) jenazahnya empat puluh orang lelaki yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, kecuali Allah akan menerima syafaat mereka untuknya."

Ayat terkait tentang syafaat dengan izin Allah:

QS. Al-Baqarah [2]: 255

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Terjemahan ringkas: "Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)... Siapakah yang dapat memberi syafaat di hadapan-Nya tanpa izin-Nya?..."

Kaitan ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadits ini sebagai dalil keutamaan jumlah empat puluh orang yang menshalatkan, dan bahwa syafaat di sini bermakna doa serta permohonan ampun kepada Allah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas hadits serupa (dari jalur lain) dan menegaskan syarat tauhid sebagai kunci diterimanya syafaat. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya tentang jenazah menekankan pentingnya keikhlasan dan tauhid orang yang menshalatkan.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini mengabarkan bahwa ketika seorang Muslim meninggal dan dishalatkan oleh empat puluh orang Muslim yang bersih tauhidnya, maka Allah menjadikan doa dan syafaat mereka sebagai sebab diampuninya dosa-dosa orang tersebut. Ini bukan berarti orang itu otomatis masuk surga tanpa hisab, tetapi menunjukkan luasnya rahmat Allah dan besarnya pengaruh doa kaum Mukminin bagi saudaranya yang telah wafat.

Bagaimana ulama memahami hadits ini:

  • Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat jenazah berjamaah, khususnya bila jumlahnya mencapai empat puluh orang. Beliau menegaskan bahwa "syafaat" di sini adalah doa mereka kepada Allah agar si mayit diampuni, dan Allah mengabulkannya.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menyebutkan bahwa syarat "tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun" menunjukkan bahwa tauhid adalah syarat utama. Orang yang berbuat syirik besar tidak termasuk dalam keutamaan ini, karena syirik menghapus amal dan menghalangi syafaat.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali menekankan bahwa hadits ini mendorong kaum Muslimin untuk hadir menshalatkan jenazah saudaranya, karena kehadiran mereka menjadi sebab rahmat bagi si mayit.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam prinsip tafsirnya menegaskan bahwa syafaat hanya terjadi dengan izin Allah, dan doa orang Mukmin adalah salah satu bentuk syafaat yang diizinkan Allah.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Sebagian ulama berbeda pendapat apakah angka "empat puluh" bersifat pembatasan (tidak kurang dari empat puluh) atau hanya penyebutan contoh. Jumhur ulama dari kalangan yang disebutkan (an-Nawawi, Ibnu Hajar) memahami bahwa angka tersebut adalah penyebutan khusus yang memiliki keutamaan tersendiri, namun bukan berarti jumlah lain tidak bermanfaat. Yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa empat puluh orang memiliki keutamaan khusus sebagaimana disebutkan dalam nash, sementara jumlah lain tetap memiliki keutamaan doa secara umum.

Catatan penting tentang tauhid:

Syarat "لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا" (tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun) menunjukkan bahwa tauhid adalah asas diterimanya amal dan syafaat. Ini sejalan dengan QS. Al-Baqarah [2]: 255 yang menegaskan bahwa syafaat hanya terjadi dengan izin Allah.

Story Telling

Dikisahkan bahwa 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat berilmu dan dikenal sebagai "penerjemah Al-Qur'an", ketika putranya meninggal di Qudaid atau 'Usfan (dua tempat antara Makkah dan Madinah), beliau bertanya kepada Kuraib — mantan budaknya — berapa banyak orang yang telah berkumpul untuk menshalatkan jenazah putranya. Ketika Kuraib menjawab bahwa mereka berjumlah empat puluh orang, Ibnu 'Abbas segera memerintahkan agar jenazah dikeluarkan untuk dishalatkan, sambil menyebutkan hadits yang beliau dengar langsung dari Rasulullah ﷺ.

Hikmah dari kisah ini: Ibnu 'Abbas, meskipun sedang dalam musibah kehilangan anak, tetap mengingat sunnah Nabi ﷺ dan berusaha mengamalkannya. Beliau tidak hanya bersedih, tetapi juga berusaha mencari sebab-sebab rahmat Allah bagi anaknya. Ini mengajarkan kita agar dalam musibah pun tetap berpegang pada sunnah dan berharap kepada rahmat Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak shalat jenazah — hadir dan shalatkanlah jenazah Muslim, karena kehadiran kita bisa menjadi sebab syafaat dan ampunan bagi saudara kita yang wafat.
  2. Jaga tauhid — syarat utama diterimanya syafaat adalah tauhid yang murni, tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun.
  3. Doa orang Mukmin bermanfaat — doa dan syafaat kaum Mukminin yang bertauhid adalah sebab rahmat Allah bagi si mayit, sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar.
  4. Jangan putus asa terhadap rahmat Allah — hadits ini menunjukkan luasnya rahmat Allah, namun tetap diiringi dengan hisab dan keadilan-Nya.
  5. Ajak keluarga dan kerabat untuk menshalatkan jenazah, karena jumlah jamaah yang banyak dan bertauhid menjadi sebab syafaat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?