Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan besar shalat jenazah dan mengantar penguburannya. Siapa yang menyalatkan jenazah mendapat pahala satu qirat, dan yang ikut mengantar sampai dikuburkan mendapat dua qirat. Satu qirat itu besarnya seperti gunung Uhud, menunjukkan betapa agungnya pahala amal ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Jenazah, dari sahabat Tsauban (mantan budak Rasulullah ﷺ). Imam Muslim menempatkannya dalam bab keutamaan shalat jenazah dan mengantarnya.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan lainnya dengan lafaz serupa, dan menjadi dalil utama dalam bab ini.
Ayat yang mendorong berbuat kebaikan dan memperhatikan akhirat:
QS. Al-Mulk [67]: 2
وَالَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Terjemahan: "Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan sebagai ujian, agar manusia berlomba dalam amal saleh — termasuk amal yang berkaitan dengan kematian, seperti menyalatkan dan menguburkan jenazah.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Rasulullah ﷺ menyebutkan dua tingkatan pahala:
- Satu qirat bagi yang menyalatkan jenazah.
- Dua qirat bagi yang menyalatkan dan ikut mengantar sampai dikuburkan.
Apa itu qirat?
Nabi ﷺ sendiri menjelaskan: "الْقِيرَاطُ مِثْلُ أُحُدٍ" — qirat itu seperti (gunung) Uhud. Ini menunjukkan pahala yang sangat besar, bukan ukuran kecil. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa penyebutan Uhud adalah untuk menggambarkan besarnya pahala, dan ini termasuk keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini.
Pemahaman ulama daftar:
- Qatadah bin Di'amah (perawi dalam sanad ini) dan para tabi'in memahami hadits ini sebagai dorongan kuat untuk menghadiri shalat jenazah dan penguburannya, karena keduanya adalah hak seorang muslim atas muslim lainnya.
- Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil disyariatkannya shalat jenazah dan mengantar jenazah, serta besarnya pahala bagi yang melakukannya dengan ikhlas.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa dua qirat diberikan bagi yang menyempurnakan dua amal: shalat dan mengantar. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami "syahida dafnaha" (menyaksikan penguburannya) sebagai ikut serta sampai selesai penguburan.
- Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya tentang jenazah menegaskan bahwa amal-amal yang berkaitan dengan jenazah termasuk amal yang pahalanya sangat besar, karena mengandung hak Allah (doa dan shalat) dan hak manusia (mengantar dan menguburkan).
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa besarnya pahala ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan hak-hak sesama muslim, bahkan setelah kematiannya.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama berbeda pendapat apakah dua qirat hanya bagi yang mengantar sampai dikuburkan, atau juga bagi yang mengantar dari rumah. Yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Ibnu Hajar dan an-Nawawi — adalah bahwa dua qirat khusus bagi yang menyaksikan proses penguburan, sesuai zhahir hadits.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, ketika melihat jenazah, beliau segera ikut menyalatkan dan mengantarnya. Beliau pernah berkata bahwa beliau tidak ingin melewatkan pahala yang besar ini, karena mendengar langsung dari Nabi ﷺ tentang keutamaan qirat yang seperti gunung Uhud. (Kisah ini disebutkan dalam kitab-kitab hadits dan atsar, di antaranya oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.)
Hikmahnya: para sahabat sangat bersemangat mengejar pahala akhirat, terutama amal yang berkaitan dengan hak sesama muslim.
Kesimpulan Praktis
- Hadirilah shalat jenazah ketika ada muslim yang meninggal, karena pahalanya satu qirat seperti gunung Uhud.
- Antarkanlah sampai dikuburkan untuk mendapatkan dua qirat, jika memungkinkan.
- Ikhlaslah dalam amal ini, karena pahala besar hanya diberikan kepada yang ikhlas dan sesuai sunnah.
- Jangan meremehkan amal yang tampak kecil, karena bisa jadi pahalanya sangat besar di sisi Allah.
- Perbanyaklah mengingat akhirat, karena kematian adalah ujian bagi orang yang masih hidup.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.