Penjelasan Hadits Muslim No. 925 tentang Menjenguk orang sakit adalah amalan utama

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan menjenguk orang sakit, terutama bagi orang yang memiliki kedudukan atau hubungan baik dengannya. Rasulullah ﷺ sendiri memberikan teladan dengan langsung bertanya dan bersegera menjenguk sahabatnya, Sa'd bin 'Ubadah radhiyallahu 'anhu, tanpa mempedulikan keadaan beliau yang sederhana saat itu. Ini mengajarkan kita bahwa menjenguk orang sakit adalah akhlak mulia yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ, dan hendaknya dilakukan dengan ikhlas serta penuh kasih sayang, bukan karena pamrih atau gengsi.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Jana'iz (Jenazah), Bab "Mengunjungi Orang Sakit" (no. 925). Berikut teks haditsnya:

Teks Arab (sebagaimana dalam Shahih Muslim):

وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى الْعَنَزِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَهْضَمٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ - عَنْ عُمَارَةَ، - يَعْنِي ابْنَ غَزِيَّةَ - عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ الْمُعَلَّى، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ ثُمَّ أَدْبَرَ الأَنْصَارِيُّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " يَا أَخَا الأَنْصَارِ كَيْفَ أَخِي سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ " . فَقَالَ صَالِحٌ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ يَعُودُهُ مِنْكُمْ " . فَقَامَ وَقُمْنَا مَعَهُ وَنَحْنُ بِضْعَةَ عَشَرَ مَا عَلَيْنَا نِعَالٌ وَلاَ خِفَافٌ وَلاَ قَلاَنِسُ وَلاَ قُمُصٌ نَمْشِي فِي تِلْكَ السِّبَاخِ حَتَّى جِئْنَاهُ فَاسْتَأْخَرَ قَوْمُهُ مِنْ حَوْلِهِ حَتَّى دَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَأَصْحَابُهُ الَّذِينَ مَعَهُ .

Terjemahan ringkas: Abdullah bin Umar berkata: "Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, datanglah seorang laki-laki dari kalangan Ansar dan memberi salam kepada beliau. Kemudian Ansari itu berpaling. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Wahai saudara Ansar, bagaimana keadaan saudaraku Sa'd bin 'Ubadah?' Dia menjawab: 'Dia baik.' Rasulullah ﷺ bersabda: 'Siapa di antara kalian yang akan menjenguknya?' Maka beliau berdiri dan kami pun berdiri bersamanya, dan kami lebih dari sepuluh orang. Kami tidak mengenakan alas kaki, tidak mengenakan kaus kaki, tidak mengenakan penutup kepala, dan tidak mengenakan baju. Kami berjalan di tanah tandus hingga kami sampai kepadanya. Orang-orang di sekelilingnya menjauh hingga Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya yang bersamanya mendekatinya."

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan beliau sangat penyayang dan pengasih terhadap orang-orang mukmin." (QS. At-Taubah [9]: 128)

Ayat ini menggambarkan sifat Rasulullah ﷺ yang sangat peduli dan penyayang terhadap umatnya, sebagaimana terlihat dalam hadits ini ketika beliau langsung menanyakan keadaan sahabatnya yang sakit.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Keutamaan menjenguk orang sakit

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah sunnah yang sangat dianjurkan (mustahabbah) dan termasuk akhlak para nabi serta orang-orang shalih. Beliau menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang disunnahkannya menjenguk orang sakit.

2. Perhatian Nabi ﷺ terhadap sahabatnya

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan perhatian besar Rasulullah ﷺ terhadap keadaan sahabat-sahabatnya. Beliau tidak segan bertanya dan langsung bergerak menjenguk Sa'd bin 'Ubadah yang sedang sakit, meskipun beliau harus berjalan di tanah yang keras dan panas tanpa alas kaki.

3. Kesederhanaan dan keikhlasan Nabi ﷺ

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kesederhanaan hidup para sahabat pada masa itu. Mereka tidak memiliki alas kaki, kaus kaki, penutup kepala, atau baju yang layak, namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk menjenguk orang sakit. Ini mengajarkan bahwa menjenguk orang sakit tidak boleh ditunda karena alasan penampilan atau status sosial.

4. Adab menjenguk orang sakit

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa di antara adab menjenguk adalah tidak berlama-lama, mendoakan kesembuhan, dan memberikan semangat kepada yang sakit. Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya datang, lalu orang-orang di sekitar Sa'd menjauh agar Nabi ﷺ bisa mendekat dan memberikan perhatian khusus.

5. Sikap tawadhu' Nabi ﷺ

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling tawadhu'. Beliau tidak segan berjalan kaki menjenguk sahabatnya yang sakit, meskipun beliau adalah pemimpin umat. Ini menunjukkan bahwa menjenguk orang sakit adalah perbuatan mulia yang tidak boleh dianggap rendah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'd bin 'Ubadah radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang pemuka kaum Ansar yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ. Ketika beliau sakit, Rasulullah ﷺ sangat memperhatikannya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menjenguknya dan bersabda: "Semoga Allah menyembuhkanmu dan mengampuni dosamu." (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad).

Kisah ini mengajarkan kita bahwa Rasulullah ﷺ tidak membedakan antara sahabat yang kaya atau miskin, yang berpangkat atau tidak. Semua sahabat diperlakukan dengan kasih sayang yang sama. Bahkan ketika beliau sendiri dalam keadaan sederhana, beliau tetap bersegera menjenguk sahabatnya yang sakit.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegera menjenguk orang sakit - Jangan menunda-nunda ketika mengetahui ada saudara atau kerabat yang sakit.
  2. Tidak malu dengan keadaan sederhana - Yang terpenting adalah keikhlasan dan kehadiran kita, bukan penampilan.
  3. Menanyakan kabar orang sakit - Sebagaimana Nabi ﷺ bertanya tentang keadaan Sa'd, kita pun hendaknya menanyakan kabar orang sakit.
  4. Memberi semangat dan mendoakan kesembuhan - Ucapkan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ seperti "Allahumma rabbin nas adzhibil ba'sa isyfi antasy syafi la syifa'a illa syifa'uka syifa'an la yughadiru saqaman".
  5. Meneladani kasih sayang Nabi ﷺ - Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk lebih peduli terhadap sesama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?