Penjelasan Hadits Muslim No. 912 tentang Shalat gerhana karena takut dan mengingat Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita bahwa gerhana matahari atau bulan bukanlah fenomena yang terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Gerhana adalah tanda kekuasaan Allah yang dikirim untuk membuat hamba-Nya merasa takut dan kembali kepada-Nya. Ketika melihat gerhana, kita disunnahkan untuk bersegera menuju masjid, melaksanakan shalat gerhana dengan bacaan yang panjang, serta memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Gerhana, Bab Menyebutkan Panggilan untuk Shalat Gerhana, nomor 912, dari sahabat Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

"Dan Kami tidak mengirim tanda-tanda (mukjizat) itu kecuali untuk menakut-nakuti (hamba-hamba Kami)."

(QS. Al-Isra' [17]: 59)

Ayat ini menunjukkan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah, termasuk gerhana, dikirim sebagai peringatan dan rasa takut agar manusia kembali kepada-Nya.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya shalat gerhana dan anjuran memperpanjang bacaan di dalamnya, serta anjuran bersegera menuju masjid ketika melihat gerhana.
  • Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika mensyarah hadits-hadits gerhana dari Shahih Al-Bukhari menjelaskan hikmah gerhana sebagai tanda kekuasaan Allah dan bantahan terhadap keyakinan jahiliyah yang mengaitkan gerhana dengan peristiwa kematian atau kelahiran seseorang.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Gerhana Bukan Karena Kematian atau Kelahiran Seseorang

Sebelum Islam datang, masyarakat jahiliyah memiliki keyakinan bahwa gerhana terjadi karena kematian atau kelahiran orang besar. Ketika putra Rasulullah ﷺ yang bernama Ibrahim wafat dan pada hari itu terjadi gerhana matahari, sebagian orang berkata bahwa matahari gerhana karena kematian Ibrahim. Maka Rasulullah ﷺ meluruskan keyakinan ini dengan tegas.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada umatnya:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau karena kehidupan seseorang."

2. Gerhana adalah Tanda Peringatan dari Allah

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah mengirimkan tanda-tanda seperti gerhana untuk membuat hamba-hamba-Nya takut dan kembali kepada-Nya. Rasa takut yang dimaksud di sini adalah rasa takut yang membawa seseorang kepada ketaatan, bukan rasa takut yang membuat putus asa.

3. Anjuran Bersegera Menuju Masjid

Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ bergegas menuju masjid dengan perasaan cemas. Ini menunjukkan bahwa ketika melihat gerhana, kita dianjurkan untuk segera meninggalkan aktivitas duniawi dan menuju masjid untuk melaksanakan shalat gerhana.

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa disunnahkan shalat gerhana secara berjamaah di masjid, karena Rasulullah ﷺ melakukannya di masjid dan para sahabat mengikutinya.

4. Memperpanjang Bacaan dalam Shalat Gerhana

Abu Musa radhiyallahu 'anhu menyaksikan bahwa Rasulullah ﷺ melakukan qiyam, ruku', dan sujud yang sangat panjang dalam shalat gerhana—lebih panjang dari shalat-shalat lainnya. Ini menunjukkan bahwa shalat gerhana memiliki keistimewaan tersendiri dalam hal panjangnya bacaan dan gerakan.

Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa dalam shalat gerhana, setiap rakaat dilakukan dua kali ruku' dan dua kali berdiri, dan disunnahkan memperpanjang bacaan di dalamnya.

5. Memperbanyak Dzikir, Doa, dan Istighfar

Di akhir hadits, Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk bersegera mengingat Allah, berdoa, dan memohon ampunan. Ini menunjukkan bahwa gerhana adalah momen yang baik untuk introspeksi diri dan memperbanyak istighfar.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa setelah shalat gerhana, disunnahkan untuk memperbanyak dzikir dan doa hingga gerhana berakhir, karena Rasulullah ﷺ bersabda dalam riwayat lain:

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

"Jika kalian melihat hal itu, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah."

(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu 'anha)

Story Telling

Diriwayatkan bahwa pada masa Rasulullah ﷺ, ketika terjadi gerhana matahari, beliau keluar menuju masjid dengan perasaan sangat khawatir. Beliau ﷺ berdiri dan memanjangkan qiyam, ruku', dan sujudnya hingga hampir saja para sahabat merasa sangat letih. Dalam shalat itu, Rasulullah ﷺ menangis dan berdoa dengan sangat khusyuk.

Setelah selesai shalat, beliau bersabda bahwa surga dan neraka diperlihatkan kepadanya, dan beliau ingin mengambil setangkai anggur dari surga untuk ditunjukkan kepada umatnya, namun Allah tidak mengizinkannya. Beliau juga melihat neraka dan hal-hal yang mengerikan di dalamnya.

Kisah ini menunjukkan betapa seriusnya Rasulullah ﷺ dalam menyikapi fenomena gerhana. Beliau tidak menganggapnya sebagai tontonan atau fenomena alam biasa, melainkan sebagai momen untuk kembali kepada Allah dengan penuh kekhusyukan dan ketundukan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan mengaitkan gerhana dengan kematian atau kelahiran seseorang — ini adalah keyakinan jahiliyah yang telah dibatalkan oleh Rasulullah ﷺ.
  2. Ketika melihat gerhana, bersegeralah menuju masjid untuk melaksanakan shalat gerhana secara berjamaah.
  3. Perpanjang bacaan dan gerakan shalat gerhana sebagai bentuk penghormatan terhadap kebesaran Allah.
  4. Perbanyak dzikir, doa, dan istighfar selama gerhana berlangsung.
  5. Jadikan gerhana sebagai momen introspeksi diri — bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita taat kepada Allah? Sudahkah kita menjauhi larangan-Nya?
  6. Ajak keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk turut serta dalam shalat gerhana dan memperbanyak ibadah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?