Penjelasan Hadits Muslim No. 906 tentang Keadaan Nabi saat shalat gerhana dan gambaran surga neraka

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa ketika terjadi gerhana matahari, Nabi ﷺ sangat terkejut dan segera bergegas menuju shalat, bahkan mengambil pakaian (jubah) yang ada, lalu beliau berdiri sangat lama dalam shalat gerhana. Panjangnya berdiri itu sampai-sampai orang yang datang terlambat tidak menyadari bahwa beliau sudah ruku', karena lamanya berdiri. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Nabi ﷺ terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah dan pentingnya shalat gerhana.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Kusuf (Gerhana), dari Asma' binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan gerhana dan perintah mengingat Allah pada saat terjadinya tanda-tanda kekuasaan-Nya:

QS. Al-Qamar [54]: 1-2

```

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ ۝ وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ

```

Terjemahan: "Telah dekat datangnya Hari Kiamat dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: '(Ini adalah) sihir yang terus menerus'."

QS. Fushshilat [41]: 37

```

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

```

Terjemahan: "Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."

Hadits terkait yang sangat penting dan menjadi dasar disyariatkannya shalat gerhana:

Dari Abu Mas'ud al-Anshari radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

```

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ، وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا فَصَلُّوا

```

Terjemahan: "Sesungguhnya matahari dan bulan tidaklah terjadi gerhana karena kematian seseorang, tetapi keduanya adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Maka apabila kalian melihat keduanya (gerhana), berdirilah dan shalatlah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya shalat gerhana dan bahwa gerhana adalah momen untuk kembali kepada Allah, bukan sekadar fenomena alam biasa.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits Asma' ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah dan segera melaksanakan shalat gerhana dengan penuh kekhusyukan, termasuk berdiri sangat lama.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Makna "فَزِعَ" (terkejut/khawatir).

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa kata "فَزِعَ" di sini bermakna Nabi ﷺ merasa khawatir dan segera bangkit karena gerhana merupakan tanda kekuasaan Allah yang mengingatkan akan adanya azab atau peristiwa besar. Ini bukan rasa takut yang tercela, melainkan kewaspadaan seorang hamba terhadap tanda-tanda Rabb-nya.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menambahkan bahwa kekhawatiran Nabi ﷺ menunjukkan betapa beliau sangat memahami bahwa gerhana adalah momen untuk merenungi kebesaran Allah dan segera mendekatkan diri kepada-Nya.

Kedua: Nabi ﷺ mengambil pakaian (dari keluarga) dan bergegas.

Dalam riwayat ini disebutkan bahwa Nabi ﷺ mengambil pakaian luar (dari anggota keluarganya yang perempuan) karena beliau bergegas menuju shalat. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ tidak menunda-nunda untuk melaksanakan shalat gerhana begitu melihat tanda kekuasaan Allah. Ini juga menunjukkan bahwa beliau dalam keadaan tergesa-gesa karena khawatir akan terjadinya sesuatu yang besar.

Ketiga: Berdiri sangat lama dalam shalat gerhana.

Asma' binti Abu Bakar menggambarkan bahwa Nabi ﷺ berdiri sangat lama sehingga orang yang datang terlambat tidak menyadari bahwa beliau sudah ruku'. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini menunjukkan panjangnya qiyam (berdiri) dalam shalat gerhana, dan bahwa Nabi ﷺ benar-benar memanfaatkan momen tersebut untuk bermunajat kepada Allah.

Ibnu Hajar menambahkan bahwa dalam riwayat lain disebutkan Nabi ﷺ berdiri sangat lama, kemudian ruku' sangat lama, kemudian sujud sangat lama, dan seterusnya. Ini menunjukkan bahwa shalat gerhana memiliki tata cara khusus dengan bacaan dan gerakan yang panjang.

Keempat: Hikmah shalat gerhana.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa shalat gerhana disyariatkan untuk mengingatkan manusia akan kekuasaan Allah, agar mereka kembali kepada-Nya, berdoa, dan bertaubat. Gerhana bukanlah peristiwa biasa, melainkan tanda kekuasaan Allah yang harus disikapi dengan ibadah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa semua fenomena alam, termasuk gerhana, adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang seharusnya membuat manusia tunduk dan kembali kepada-Nya, bukan malah lalai atau mengaitkannya dengan takhayul.

Kelima: Perbedaan pendapat tentang hukum shalat gerhana.

Para ulama dalam daftar rujukan sepakat bahwa shalat gerhana adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan berjamaah di masjid. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan sendiri-sendiri (tidak berjamaah), namun pendapat yang lebih kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) yang menyatakan shalat gerhana dilakukan berjamaah, karena Nabi ﷺ melakukannya berjamaah bersama para sahabat.

Story Telling

Diceritakan oleh Asma' binti Abu Bakar radhiyallahu 'anha, suatu hari terjadi gerhana matahari. Nabi ﷺ yang sedang berada di rumah segera terkejut dan bangkit. Beliau bahkan dalam keadaan tergesa-gesa mengambil pakaian (jubah) yang ada di dekat keluarganya, lalu segera menuju tempat shalat.

Beliau berdiri bersama orang-orang dalam shalat yang sangat panjang. Asma' menggambarkan bahwa lamanya berdiri itu begitu luar biasa, sampai-sampai jika ada seseorang yang datang terlambat ke masjid, ia tidak akan menyadari bahwa Nabi ﷺ sudah ruku', karena beliau masih berdiri tegak dalam waktu yang sangat lama.

Dalam riwayat lain dari Aisyah radhiyallahu 'anha (yang juga terdapat dalam Shahih Muslim), disebutkan bahwa Nabi ﷺ dalam shalat gerhana berdiri sangat lama, kemudian ruku' sangat lama, kemudian berdiri lagi, kemudian sujud sangat lama. Beliau juga diperlihatkan surga dan neraka dalam shalat tersebut, dan beliau bersabda:

```

رَأَيْتُ الْجَنَّةَ فَتَقَدَّمْتُ لِآخُذَ مِنْهَا عُنْقُودًا

```

Terjemahan: "Aku melihat surga, lalu aku maju untuk mengambil setangkai buah anggur darinya..." (HR. Muslim)

Hikmahnya: Nabi ﷺ mengajarkan kepada kita bahwa ketika terjadi tanda-tanda kekuasaan Allah seperti gerhana, kita harus segera bangkit, shalat, berdoa, dan bertaubat. Janganlah kita lalai atau menganggapnya sebagai peristiwa biasa.

Kesimpulan Praktis

  1. Segera shalat ketika terjadi gerhana. Jangan menunda-nunda, sebagaimana Nabi ﷺ segera bangkit dan shalat.
  2. Shalat gerhana dilakukan berjamaah di masjid menurut pendapat yang lebih kuat (jumhur ulama: Imam asy-Syafi'i, Imam Ahmad, dan lainnya).
  3. Panjangkan shalat gerhana dengan qiyam, ruku', dan sujud yang lama, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
  4. Perbanyak doa, dzikir, dan istighfar saat terjadi gerhana, karena itu adalah momen untuk kembali kepada Allah.
  5. Jangan mengaitkan gerhana dengan takhayul atau kematian seseorang, karena Nabi ﷺ menegaskan bahwa gerhana adalah tanda kekuasaan Allah.
  6. Tanamkan rasa khawatir dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah, sebagaimana Nabi ﷺ merasa terkejut dan segera beribadah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?