Penjelasan Hadits Muslim No. 884 tentang Shalat Id sebelum khutbah dan nasihat kepada wanita

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa shalat Idul Fitri dikerjakan sebelum khutbah, dan bahwa Nabi ﷺ setelah khutbah menemui kaum wanita untuk mengingatkan dan mengajak mereka bersedekah. Hadits ini juga menunjukkan bahwa para khalifah (Abu Bakr, Umar, Utsman) mengikuti sunnah ini. Pelajaran utamanya: urutan shalat Id sebelum khutbah adalah sunnah yang tetap, dan memberi nasihat khusus kepada wanita serta mendorong sedekah adalah bagian dari tuntunan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat Idul Fitri, dari jalur Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما, melalui Thawus bin Kaisan (seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar ulama rujukan), dari Al-Hasan bin Muslim, dari Ibnu Juraij, dari Abdur Razzaq.

Adapun ayat yang dibacakan Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah:

QS. Al-Mumtahanah [60]: 12

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَن لَّا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan bai'at (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka, dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa shalat Id dilakukan sebelum khutbah, dan bahwa khutbah Id hukumnya sunnah, bukan syarat sahnya shalat.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa dalam Shahih Bukhari) menegaskan bahwa hadits Ibnu 'Abbas ini menunjukkan kesepakatan empat khalifah dalam mengerjakan shalat sebelum khutbah.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya memberi perhatian khusus kepada kaum wanita dalam majelis ilmu dan nasihat.

Penjelasan Rinci

1. Urutan shalat Id: shalat dahulu, baru khutbah

Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما menyaksikan langsung bahwa Nabi ﷺ, Abu Bakr, Umar, dan Utsman semuanya mengerjakan shalat Id sebelum khutbah. Ini menjadi dalil utama dalam masalah ini.

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa mayoritas ulama dari kalangan Syafi'i, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa shalat Id dikerjakan sebelum khutbah. Ini berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya sebelum shalat. Imam Ahmad bin Hanbal juga menegaskan hal ini berdasarkan hadits-hadits shahih.

2. Nabi ﷺ menemui kaum wanita setelah khutbah

Setelah khutbah, Nabi ﷺ berjalan menembus barisan laki-laki menuju kaum wanita, didampingi Bilal رضي الله عنه. Ini menunjukkan:

  • Kaum wanita juga hadir dalam shalat Id dan mendengarkan khutbah (meski dari kejauhan).
  • Nabi ﷺ memberi perhatian khusus kepada mereka, karena mungkin mereka tidak terdengar dengan jelas dari tempat mereka.

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini menjadi dalil disunnahkannya memberikan nasihat dan pengajaran khusus kepada kaum wanita, terutama jika mereka tidak dapat mendengar khutbah utama.

3. Membacakan ayat bai'at wanita

Nabi ﷺ membacakan QS. Al-Mumtahanah [60]: 12, yang berisi syarat-syarat bai'at bagi wanita mukmin: tidak syirik, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, tidak berdusta, dan tidak mendurhakai dalam kebaikan.

Thawus bin Kaysan (Tabi'in, perawi hadits ini) dikenal sangat memperhatikan perkara wanita dan fatwa-fatwa terkait mereka. Ini menunjukkan bahwa para Tabi'in mengambil pelajaran dari hadits ini tentang pentingnya bimbingan khusus bagi wanita.

4. Ajakan bersedekah dan respon para wanita

Nabi ﷺ mendorong para wanita untuk bersedekah. Bilal mengulurkan kainnya, dan para wanita melemparkan cincin dan perhiasan mereka.

Ibnu Rajab menjelaskan bahwa ini menunjukkan:

  • Wanita juga dianjurkan bersedekah, terutama pada momen-momen seperti Idul Fitri.
  • Sedekah dapat berupa perhiasan atau barang berharga lainnya.
  • Antusiasme para sahabat wanita dalam ketaatan, meskipun hanya satu yang menjawab pertanyaan Nabi ﷺ secara lisan.

5. Hikmah hanya satu wanita yang menjawab

Dalam hadits disebutkan hanya satu wanita yang menjawab "Ya, ya Nabi Allah", dan tidak diketahui siapa dia. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini bukanlah celaan bagi yang lain, karena bisa jadi mereka malu, atau suara mereka tidak terdengar, atau mereka cukup mengiyakan dalam hati. Yang penting adalah mereka semua kemudian bersedekah dengan antusias.

Story Telling

Thawus bin Kaysan adalah seorang Tabi'in yang sangat alim dan zuhud. Beliau dikenal sering berfatwa tentang perkara wanita dan haji. Suatu ketika, beliau meriwayatkan hadits ini dari Ibnu 'Abbas, dan beliau sangat menekankan pentingnya mengikuti urutan shalat Id sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ dan para khalifah.

Ibnu 'Abbas sendiri, yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat muda saat Nabi ﷺ wafat, namun Allah memberinya ilmu yang luas. Beliau mengatakan: "Aku seolah-olah masih melihat Nabi ﷺ ketika beliau memerintahkan orang-orang duduk dengan tangannya..." — ini menunjukkan betapa kuatnya kesan peristiwa itu dalam ingatan beliau, dan betapa beliau sangat memperhatikan detail sunnah Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat Idul Fitri dikerjakan sebelum khutbah — ini adalah sunnah yang tetap dan diikuti oleh para khalifah.
  2. Khutbah Id hukumnya sunnah, bukan syarat sah shalat. Jika seseorang datang setelah khutbah, shalatnya tetap sah jika masih sempat berjamaah.
  3. Berikan perhatian khusus kepada kaum wanita dalam nasihat dan pengajaran agama, sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ.
  4. Dorong dan biasakan bersedekah, terutama pada momen Idul Fitri, dan tidak menganggap remeh sedekah meskipun kecil.
  5. Ikuti sunnah Nabi ﷺ dan para khalifah dalam urusan ibadah, tanpa menambah atau mengurangi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?