Penjelasan Hadits Muslim No. 855 tentang Keutamaan hari Jumat dan umat Islam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan umat Islam: meskipun datang paling akhir secara zaman, namun umat Islam akan menjadi yang paling depan pada Hari Kiamat. Allah memberi petunjuk kepada umat ini untuk hari Jumat, sedangkan Yahudi dan Nasrani diberi hari lain setelahnya. Ini adalah karunia Allah yang harus disyukuri dengan memperbanyak amal di hari Jumat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim bin al-Hajjaj dalam Shahih Muslim, Kitab Jumat, Bab Petunjuk Umat Ini untuk Hari Jumat (no. 855), dari jalur Sufyan bin 'Uyainah (salah satu ulama dalam daftar) dari Abu az-Zinad dari Al-A'raj dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan umat ini:

QS. Al-Baqarah [2]: 143

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu."

QS. Ali 'Imran [3]: 110

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah."

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa umat Islam adalah umat yang terakhir datang secara urutan zaman, namun akan menjadi umat yang pertama pada Hari Kiamat dalam hal hisab, masuk surga, dan kedudukan. Ini bukan klaim kesombongan, melainkan pemberitahuan tentang karunia Allah.

Penjelasan poin per poin:

1. "Kami yang terakhir dan kami yang pertama pada Hari Kiamat"

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa maknanya: umat Islam datang terakhir setelah umat-umat sebelumnya, namun mereka akan menjadi umat pertama yang dibangkitkan dan dihisab pada Hari Kiamat. Ini adalah kemuliaan yang Allah berikan kepada umat Muhammad ﷺ.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menambahkan bahwa "yang pertama" di sini mencakup beberapa makna: pertama dalam masuk surga, pertama dalam hisab, dan pertama dalam keutamaan di hadapan Allah pada hari itu.

2. "Setiap umat diberikan Kitab sebelum kami dan kami diberikan setelah mereka"

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa umat Yahudi menerima Taurat, umat Nasrani menerima Injil, dan umat Islam menerima Al-Qur'an. Meskipun Al-Qur'an diturunkan paling akhir, namun ia adalah kitab yang paling sempurna, paling terjaga, dan berlaku hingga akhir zaman. Allah berfirman dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 48:

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu."

3. "Hari ini (Jumat) adalah hari yang Allah tetapkan untuk kami dan Dia memberi petunjuk kepada kami untuk itu"

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa Allah memberi petunjuk kepada umat Islam untuk mengagungkan hari Jumat, sedangkan umat sebelumnya menyelisihi dan memilih hari lain. Yahudi memilih hari Sabtu, Nasrani memilih hari Ahad (Minggu). Allah membiarkan mereka dalam pilihan yang keliru dan memberi petunjuk kepada umat Islam untuk hari Jumat.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam penjelasannya menyebutkan bahwa hari Jumat adalah hari yang paling utama dalam sepekan, padanya terdapat shalat Jumat, khutbah, dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa.

4. "Orang-orang datang setelah kami terkait dengan hari ini, Yahudi besok (Sabtu) dan Nasrani lusa (Ahad)"

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa urutan hari dalam sepekan menunjukkan keutamaan: Jumat untuk umat Islam, Sabtu untuk Yahudi, Ahad untuk Nasrani. Ini menunjukkan bahwa umat Islam didahulukan dalam keutamaan meskipun datang terakhir dalam zaman.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Sebagian ulama seperti Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa memandang bahwa keutamaan "pertama" pada Hari Kiamat mencakup seluruh aspek: dibangkitkan pertama, dihisab pertama, dan masuk surga pertama. Sedangkan Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menekankan bahwa keutamaan ini khusus bagi umat Muhammad ﷺ yang mengikuti sunnahnya dengan benar, bukan sekadar klaim identitas.

Pendapat yang paling kuat adalah yang menggabungkan keduanya: umat Islam akan didahulukan pada Hari Kiamat karena kemuliaan syariat yang mereka pegang, dan keutamaan ini berlaku bagi mereka yang istiqamah di atas sunnah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak (ulama dalam daftar) pernah ditanya tentang makna hadits ini. Beliau menjelaskan bahwa seorang Muslim yang memahami hadits ini akan merasa malu jika hari Jumatnya berlalu tanpa amal yang berarti. Beliau berkata: "Bagaimana mungkin kita disebut umat yang pertama di Hari Kiamat, sementara kita menyia-nyiakan hari yang Allah khususkan untuk kita?"

Al-Hasan al-Bashri juga menyebutkan bahwa dahulu para salaf sangat bersemangat menyambut hari Jumat sejak malamnya, mereka bersiap dengan bersuci, memperbanyak doa, dan membaca Al-Qur'an. Mereka memahami bahwa keutamaan umat ini bukan hanya klaim, tetapi tanggung jawab untuk beramal lebih baik dari umat sebelumnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersyukurlah menjadi bagian dari umat Muhammad ﷺ, karena Allah memilih kita untuk menerima Al-Qur'an dan petunjuk hari Jumat.
  2. Hidupkan hari Jumat dengan amal: mandi sunnah, memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, berdoa di waktu mustajab, dan shalat Jumat dengan khusyuk.
  3. Jangan menyia-nyiakan keutamaan ini dengan perbuatan sia-sia atau maksiat, karena keutamaan umat ini terkait dengan ketaatan, bukan sekadar identitas.
  4. Teladani semangat salaf dalam menyambut Jumat, sebagaimana dicontohkan oleh Al-Hasan al-Bashri, Abdullah bin al-Mubarak, dan ulama lainnya.
  5. Ingatlah Hari Kiamat, di mana umat ini akan didahulukan, dan persiapkan diri dengan amal shaleh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?