Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 83 tentang Amal terbaik adalah iman, jihad, dan haji mabrur

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa amal yang paling utama adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian jihad di jalan Allah, lalu haji yang mabrur. Ini adalah jawaban Nabi ﷺ ketika ditanya tentang amal terbaik. Urutan ini menunjukkan bahwa iman adalah fondasi segalanya, kemudian pengorbanan jiwa dan harta di jalan Allah, lalu penyempurnaan ibadah badan dan harta dengan ikhlas.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab "Penjelasan Bahwa Iman kepada Allah adalah Amal yang Paling Utama", nomor 83, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits (potongan inti):

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ " إِيمَانٌ بِاللَّهِ " . قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ " الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ " . قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ " حَجٌّ مَبْرُورٌ "

Terjemahan: "Rasulullah ﷺ ditanya: 'Amal apakah yang paling utama?' Beliau menjawab: 'Iman kepada Allah.' Ditanya lagi: 'Lalu apa?' Beliau menjawab: 'Jihad di jalan Allah.' Ditanya lagi: 'Lalu apa?' Beliau menjawab: 'Haji yang mabrur.'"

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Bayyinah [98]: 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

"Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."

Ayat ini menunjukkan bahwa inti dari seluruh amal adalah keikhlasan beribadah kepada Allah, yang merupakan buah dari iman.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memberikan tingkatan amal yang paling utama. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa jawaban Nabi ﷺ ini disesuaikan dengan kondisi penanya. Beliau menyebutkan bahwa iman adalah amal batin yang menjadi sumber segala kebaikan, maka ia paling utama. Kemudian jihad karena ia adalah puncak pengorbanan fisik dan harta. Lalu haji mabrur karena ia adalah ibadah yang menggabungkan pengorbanan harta, badan, dan kesabaran.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa iman mencakup keyakinan hati, ucapan lisan, dan amal anggota badan. Maka iman yang benar akan melahirkan amal-amal saleh lainnya. Beliau juga menegaskan bahwa keutamaan amal diukur berdasarkan keikhlasan dan kesesuaian dengan sunnah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa iman adalah pokok segala amal. Tanpa iman, amal tidak akan diterima. Adapun jihad dan haji adalah cabang dari iman yang menunjukkan kualitas keimanan seseorang.

Perbedaan redaksi: Dalam riwayat lain disebutkan "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya". Ini menunjukkan bahwa iman yang sempurna adalah iman kepada Allah beserta risalah Nabi-Nya. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits serupa dengan tambahan redaksi ini, dan para ulama menjelaskan bahwa keduanya saling melengkapi.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa jawaban Nabi ﷺ yang berbeda-beda ketika ditanya tentang amal terbaik menunjukkan bahwa keutamaan amal bisa berbeda sesuai kondisi orang dan maslahat. Namun dalam hadits ini, beliau menyebutkan tiga amal yang paling utama secara umum.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'id bin Al-Musayyib — salah seorang tabi'in terkemuka dan termasuk perawi hadits ini — dikenal sebagai orang yang sangat menjaga ibadah haji. Beliau berhaji lebih dari tiga puluh kali. Namun yang lebih menakjubkan, beliau berkata: "Tidak ada amal yang lebih aku cintai setelah aku mempelajari ilmu, selain shalat berjamaah dan menuntut ilmu." Ini menunjukkan bahwa para salaf memahami bahwa keutamaan amal tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual, tetapi juga dari ilmu dan keikhlasan yang mendasari amal tersebut.

Hikmahnya: Iman yang benar akan mendorong seseorang untuk beramal dengan ilmu, bukan sekadar banyak beramal tanpa pemahaman.

Kesimpulan Praktis

  1. Mulailah dengan memperbaiki iman — karena iman adalah fondasi semua amal. Perbanyak belajar aqidah yang benar sesuai pemahaman salaf.
  2. Jihad di jalan Allah dalam konteks kita bisa berupa menuntut ilmu syar'i, berdakwah, dan berjuang melawan hawa nafsu serta syaitan.
  3. Haji mabrur adalah haji yang tidak disertai perbuatan dosa dan kemaksiatan, serta dilakukan dengan harta yang halal dan ikhlas.
  4. Jangan remehkan amal kecil yang dilakukan dengan iman dan keikhlasan, karena bisa lebih utama daripada amal besar tanpa keikhlasan.
  5. Pelajari ilmu sebelum beramal — karena amal tanpa ilmu bisa menyesatkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.