Penjelasan Hadits Muslim No. 805 tentang Bab Keutamaan Membaca Al-Qur'an dan Surah Al-Baqarah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah dan Ali Imran. Di hari kiamat, kedua surah itu akan datang seperti dua awan atau dua kelompok burung yang menjadi pembela bagi pembacanya. Ini adalah kabar gembira bahwa Al-Qur’an menjadi syafaat bagi ahlinya, asalkan mereka benar-benar mengamalkannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 805) dari sahabat An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabi radhiyallahu ‘anhu. Teks hadits telah disebutkan di atas.

Ayat Al-Qur’an yang terkait dengan keutamaan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an, misalnya:

  • QS. Al-Isra’ [17]: 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

  • QS. Fathir [35]: 29-30 tentang orang yang membaca kitab Allah, mendirikan salat, dan berinfak, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi.

Para ulama dari daftar yang menjelaskan hadits ini antara lain:

  • Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (jilid 6, hlm. 86-87) – beliau termasuk ulama abad pertengahan dalam daftar.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (jilid 9, hlm. 66) saat menjelaskan hadits semakna dari Bukhari.
  • Ibn Katsir dalam Tafsir-nya (jilid 1, hlm. 67) ketika menafsirkan keutamaan surah Al-Baqarah.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam (jilid 2, hlm. 403) tentang keutamaan Al-Qur’an.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Makna “Al-Qur’an dan ahlinya yang mengamalkannya”

Yang dimaksud ahli Al-Qur’an bukan sekadar pembaca, tetapi orang yang membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam hidupnya. Imam an-Nawawi berkata: “Mereka adalah orang yang menghafal, membaca, dan beramal dengan halal-haramnya.” (Al-Minhaj, 6/86)

2. Keutamaan Surah Al-Baqarah dan Ali Imran

Kedua surah ini disebut secara khusus karena kandungannya yang agung – mencakup akidah, ibadah, muamalah, dan kisah-kisah. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa kedua surah ini memiliki keistimewaan karena di dalamnya terdapat ayat Kursi (Al-Baqarah 255) dan ayat tentang kerajaan langit dan bumi (Ali Imran 18-19, 26-27). (Fath al-Bari, 9/66)

3. Tiga perumpamaan yang diberikan Nabi ﷺ

Nabi ﷺ menyamakan kedua surah itu dengan:

  • Dua awan (ghamamatani) atau dua naungan hitam (zullatani saudawani) – menggambarkan perlindungan dan naungan yang menaungi pembacanya dari panasnya hari kiamat. Di antara keduanya ada syaraq (cahaya tembus) yang menunjukkan kebaikan dan petunjuk.
  • Dua kelompok burung yang berbaris (hizqani min tayrin shawaffa) – burung-burung ini menjadi perisai yang membela dan melindungi pembacanya dari siksa. Imam al-Qurtubi (bukan dari daftar, tapi pendapatnya dikuatkan oleh an-Nawawi) mengatakan bahwa perumpamaan ini menunjukkan kedudukan mulia kedua surah di sisi Allah. (Lihat Al-Minhaj, 6/87)

4. Syarat mendapatkan syafaat Al-Qur’an

Hadits ini menekankan bahwa syafaat hanya diberikan kepada ahli Al-Qur’an yang mengamalkannya. Ibnu Rajab berkata: “Al-Qur’an akan menjadi hujjah bagi yang mengikutinya, dan akan menjadi lawan bagi yang meninggalkannya.” (Jami’ al-‘Ulum, 2/403) Maka pembacaan harus disertai amal, bukan sekadar bacaan tanpa pemahaman.

Perbedaan pendapat di kalangan ulama (dari daftar):

Ada yang menafsirkan bahwa ahli Al-Qur’an adalah mereka yang menghafal Al-Qur’an, namun pendapat yang lebih kuat – seperti dipegang oleh Imam Ahmad, an-Nawawi, dan Ibn Rajab – adalah bahwa yang utama adalah amal dengan Al-Qur’an, bukan sekadar hafalan. Imam Ahmad ditanya tentang seseorang yang hafal Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya, beliau menjawab: “Ia bukan ahli Al-Qur’an.” (Dirwayatkan oleh al-Khallal dalam al-Jami’ li ‘Ulum al-Qur’an)

Story Telling

Dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu – diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits lain (no. 802) – bahwa ia berkata: “Barangsiapa membaca surah Al-Baqarah dan Ali Imran, kedua surah itu akan menjadi pembela baginya pada hari kiamat seperti dua kelompok burung yang membentangkan sayapnya.” (Shahih Muslim, no. 802)

Imam an-Nawawi dalam syarahnya menceritakan bahwa di kalangan salaf, ada yang khusus membaca surah Al-Baqarah setiap malam karena keutamaannya. Misalnya, sahabat Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu membaca surah ini dan mendoakan keluarganya agar dijaga dari setan. (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad dengan sanad hasan)

Hikmahnya: Kita diajak untuk rajin membaca, menghafal, dan terutama mengamalkan isi Al-Qur’an, karena syafaatnya hanya untuk mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah membaca, menghafal, dan merenungkan Al-Qur’an, khususnya surah Al-Baqarah dan Ali Imran.
  2. Pastikan bacaan Al-Qur’an kita disertai amal – seperti menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
  3. Jadikan Al-Qur’an sebagai pembela di akhirat dengan cara mengamalkannya di dunia.
  4. Ajarkan kepada keluarga tentang keutamaan ini agar mereka juga termotivasi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?