Penjelasan Hadits Muslim No. 804 tentang Al-Qur'an memberi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah dorongan yang sangat besar dari Nabi ﷺ agar kita membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an, terutama Surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran. Al-Qur'an akan menjadi pemberi syafaat (pembela) bagi pembacanya di Hari Kiamat. Dua surah tersebut akan datang seperti awan atau kelompok burung yang membela orang yang membacanya. Surah Al-Baqarah memiliki keutamaan khusus: membacanya adalah keberkahan, meninggalkannya adalah penyesalan, dan ia tidak dapat ditandingi oleh para penyihir.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Keutamaan Membaca Al-Qur'an dan Surah Al-Baqarah, nomor 804. Perawinya adalah Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an tentang Syafaat Al-Qur'an:

Meskipun syafaat Al-Qur'an disebutkan dalam hadits, ada ayat yang menguatkan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk dan cahaya. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus [10]: 57)

Penjelasan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "Al-Qur'an datang sebagai syafaat" adalah pahala membacanya akan menjadi syafaat bagi pembacanya. Beliau juga menukil perkataan Al-Qadhi 'Iyadh bahwa yang dimaksud adalah Al-Qur'an itu sendiri yang akan menjadi saksi dan pembela.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari saat menjelaskan hadits-hadits keutamaan Al-Qur'an menegaskan bahwa syafaat Al-Qur'an adalah salah satu syafaat yang benar dan akan diberikan kepada ahlinya, yaitu orang yang membaca dan mengamalkannya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran besar:

  1. Perintah Membaca Al-Qur'an: Nabi ﷺ memulai dengan perintah "Iqra'ul Qur'an" (bacalah Al-Qur'an). Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an adalah amalan yang sangat dianjurkan. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an adalah sebaik-baik dzikir dan ibadah yang paling utama.
  2. Syafaat Al-Qur'an: Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Al-Qur'an akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafi' (pemberi syafaat) bagi ashabihi (para pembacanya). Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa syafaat ini adalah salah satu bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada Al-Qur'an. Syafaat ini akan diterima bagi orang yang membacanya dengan niat ikhlas dan mengamalkan isinya.
  3. Keutamaan Dua Surah (Az-Zahrawain): Nabi ﷺ menyebut Al-Baqarah dan Ali 'Imran sebagai Az-Zahrawain (dua yang bercahaya). Keduanya akan datang pada Hari Kiamat seperti:
  • Ghamamatani: dua awan yang menaungi.
  • Ghayayatani: dua naungan atau kelompok.
  • Firqani min thairin shawaffa: dua kelompok burung yang terbang berbaris.

Semua gambaran ini menunjukkan keagungan dan kehadiran mereka yang akan membela (tuhajjan) orang yang membacanya. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keutamaan ini adalah karena kandungan kedua surah ini yang sangat agung, mencakup akidah, ibadah, hukum, dan kisah-kisah yang penuh pelajaran.

  1. Keutamaan Khusus Surah Al-Baqarah:
  • Akhduha barakah: Mengambilnya (membaca, menghafal, mengamalkan) adalah keberkahan. Imam Ibnul Qayyim berkata bahwa keberkahan ini meliputi keberkahan ilmu, amal, dan kehidupan.
  • Tarkuha hasrah: Meninggalkannya adalah penyesalan yang besar, baik di dunia karena kehilangan keberkahan, maupun di akhirat karena kehilangan syafaatnya.
  • La tastathi'uha al-bathalah: Para bathalah tidak akan mampu menandinginya. Imam An-Nawawi menukil dari Mu'awiyah bin Sallam bahwa yang dimaksud bathalah adalah para penyihir. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah obat dan penangkal dari sihir, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

Perbedaan Pendapat Ulama:

Para ulama sepakat tentang keutamaan membaca Al-Qur'an dan dua surah ini. Namun, ada perbedaan pendapat mengenai apakah keutamaan ini khusus untuk orang yang membacanya atau juga untuk yang mendengarkannya. Pendapat yang lebih kuat, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, adalah keutamaan ini mencakup orang yang membaca dan yang mendengarkan dengan penuh perhatian, karena keduanya sama-sama berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.'" (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Nabi ﷺ kepada umatnya agar dekat dengan Al-Qur'an. Beliau tidak hanya memerintahkan, tetapi juga memberikan motivasi dengan kabar gembira tentang syafaat di Hari yang tidak ada pertolongan kecuali dari Allah. Ini adalah kasih sayang Nabi ﷺ kepada kita.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak Membaca Al-Qur'an setiap hari, walaupun sedikit, karena ia akan menjadi pembela kita di akhirat.
  2. Bersungguh-sungguhlah Membaca, Menghafal, dan Mengamalkan Surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya memiliki keutamaan yang sangat besar.
  3. Jadikan Al-Qur'an sebagai Obat, terutama untuk penyakit hati dan gangguan sihir, karena ia adalah penawar yang tidak bisa ditandingi oleh para penyihir.
  4. Jangan Meninggalkan Al-Qur'an, karena meninggalkannya adalah sumber penyesalan di dunia dan akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?