Bab Perintah Bagi Orang yang Mengantuk dalam Shalat atau Mengalami Kesulitan dalam Membaca Al-Qur'an atau Dzikir untuk Tidur atau Duduk Sampai Hilang
Shahih
wahaddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana abnu ulayyaha, h wahaddatsani zuhayru ibnu harbin, haddatsana ismailu, an abdi alazizi ibni shuhaybin, an anasin, qala dakhala rasulu allahi almasjida wahablun mamdudun bayna sariyatayni faqala " ma hadza ". qalu lizaynaba tushalli faidza kasilat aw fatarat amsakat bihi. faqala " hulluhu liyushalli ahadukum nasyathahu faidza kasila aw fatara qaada ". wafi haditsi zuhayrin " falyaqud ".
Anas melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ memasuki masjid (dan ia menemukan) sebuah tali yang terikat di antara dua tiang; maka beliau berkata: Apa ini? Mereka berkata: Ini untuk Zainab. Dia shalat dan ketika dia merasa lelah atau merasa capek, dia memegangnya. Mendengar ini, Rasulullah ﷺ berkata: Lepaskan. Biarkan seseorang shalat selama dia merasa segar, tetapi ketika dia merasa lelah atau capek, dia harus berhenti. (Dan dalam hadits yang disampaikan oleh Zuhair dikatakan: "Dia harus duduk.")